Laporkan Masalah

Karakteristik Arsitektur Rumah Toko (Shophouse) Pecinan di Kota Singaraja, Bali

Putu Nanda Indirahajeng, Dr. Dyah Titisari Widyastuti, S.T., MUDD.

2023 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Bali utara memiliki posisi yang sangat strategis, kondusif dan mendukung sistem teknologi navigasi yang masihsederhana, kondisi ini memudahkan adanya kontak hubungan dagang melalui kapal yang berlayar secara intensif terjadi di sekitar wilayah Bali utara. Rumah toko (shophouse) sebagai produk interaksi dari adanya hubungan perekonomian dan pembangunan menunjukkan percampuran dan adaptasi budaya, hal ini berdampak pada fungsi tempat tinggal dan komersial dalam satu bangunan. Periodesasi perkembangan rumah toko pecinan dimulai dari bagian utara sekaligus merupakan wilayah yang mendapat pengaruh dari Pelabuhan Buleleng. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif mendeskripsikan hasil temuan berdasarkan data primer dan data sekunder. Penelitian ini membahas sisi arsitektur rumah toko (shophouse) pecinan dalam aspek fisikal berkaitan dengan kualitas figural berkaitan dengan wujud bangunan, karakter material, pada aspek spasial berkaitan dengan fungsi dan zonasi ruang dan aspek stilistik yang berkaitan dengan gaya bangunan rumah toko pecinan. Temuan penelitian ini pada karakter fisikal adanya keragaman pada jumlah lantai di setiap lokasi amatan, pada karakter spasial menunjukan elemen rumah toko pecinan dipengaruhi oleh ruko bertapak pendek, dan pada karakter stilistik menunjukan bentuk komponen komposisi pada rumah toko, hal tersebut mendapat pengaruh dari masa periodesasi dan perkembangan Pelabuhan Buleleng pada masa 1920an hingga1970an,dimana bangunan rumah toko tersebut dapat ditemukan keberadaannya hingga sekarang.

Kata kunci: rumah toko, pecinan, karakter, fisikal, spasial, stilistik

It is simpler to establish trade relations links via sailing ships because to North Bali’s advantageous coastal location, which is favourable to and supports a navigation technology system. Due to this and the Dutch East Indies’ colonial era, which had a significant impact on the layout of the city of Singaraja, many international traders started coming to Bali with the intention of trading. The relationship between economy and development exhibits cultural blending and adaptation, which has an impact on architecture and results in the design of Chinatown shophouses. The northern region, which is a crucial sector of the Port of Buleleng, is where the periodization of the development of Chinatown business houses begins. This study’s qualitative descriptive technique employed both primary and secondary data to summarise the findings. This study looks at Singaraja City’s Chinatown shophouses in particular, which were used as shophouses during Bali’s early periods. It also looks at the physical, spatial, and stylistic qualities of these buildings. The findings of this study on the physical characteristics of the diversity in the number of floors in the spatial character show that the elements of Chinatown shop houses were influenced by short-storied shophouses which were influenced by the Wijkenstelsel rule and the building plot rules by the Dutch East Indies government, and on the stylistic character showed the shape of the components of the composition of the shop house, this was influenced by the periodization and development of the Port of Buleleng in the 1920s to 1970s, where the shophouse building can be found today, moreover it still functions as a shophouse. 

 

Keywords: chinatown shop houses, characteristics, physical, spatial, stylistic

 

Kata Kunci : Rumah toko, pecinan, karakter, fisikal, spasial, stilistik

  1. S2-2023-476038-abstract.pdf  
  2. S2-2023-476038-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-476038-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-476038-title.pdf