Analisis Perilaku Torsi Balok Baja Canai Dingin Profil Kanal Ganda dengan Penampang Terbuka
ASHIELA HARUNI SAGITA PUTRI, Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE.; Ir. Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., IPM. ASEAN.Eng.
2023 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Penggunaan penampang tersusun baja
canai dingin yang dihubungkan dengan alat sambung sekrup merupakan salah satu
metode alternatif untuk memperbesar kekuatan baja canai dingin. Perilaku torsi
pada penampang tersusun baja canai dingin turut mempengaruhi kapasitas balok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku torsi balok baja canai
dingin penampang tersusun terbuka kanal ganda. Dimensi profil kanal yang
digunakan yaitu C.81.40.8,5.0,75.
Total 9 balok dikenakan beban eksentris dari tengah sayap benda
uji di tengah bentang. Variasi bentang benda uji yang digunakan yaitu 1500 mm,
2000 mm, dan 2500 mm. Parameter yang ditinjau dalam pengujian adalah beban (P),
sudut rotasi (?), dan regangan (?) dengan menggunakan strain gauge. Beban eksentris diletakkan di tengah beban dan
diaplikasikan secara bertahap hingga balok uji mengalami kegagalan. LVDT
dipasang searah vertikal dan horizontal. Sedangakan untuk strain gauge dipasang satu buah di elemen sayap bagian bawah
penampang tersusun.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa
kapasitas beban terbesar terjadi pada balok dengan bentang 1500 mm yaitu 1,48
kN dengan sudut rotasi 16°. Beban terkecil terjadi pada balok dengan bentang
2500 mm yaitu 0,92 kN dengan sudut rotasi maksimum sebesar 18°. Kapasitas torsi
uji balok menurun ketika bentang balok berkurang. Adapun, bentang balok juga
mempengaruhi kapasitas balok tersusun. Analisis dilakukan berdasarkan
spesifikasi desain baja canai dingin AISI S100-16. Mode kegagalan penampang
tersusun yang teramati selama pembebanan berlangsung berupa tekuk lokal dan
tekuk torsi. Namun saat pembebanan dihentikan, penampang benda uji kembali ke
bentuk semula dikarenakan masih dalam kondisi elastis.
The use of built-up sections of cold formed
steel connected using screw joints is an alternative method to increase the
strength of cold formed steel. The torsional behavior of the built-up section
of cold formed steel also affects the capacity of the beam. This study aims to
determine the torsional behavior of open built-up section cold formed steel
beams with double channels. The channel profile dimensions used are
C.81.40.8,5.0,75.
A total of 9 beams are subjected to an
eccentricity load from the center of the flange of the specimen at the center
of the span. Variations in the span of the specimens used are 1500 mm, 2000 mm,
and 2500 mm. The parameters reviewed in the test are load (P), angle of
rotation (?), and strain (?) using a strain gauge. An eccentric load is placed
in the mid
span and applied until its failure. The LVDTs are
installed vertically and horizontally. As for the strain gauge, one is
installed on the flange
element at the bottom of the open
built-up section.
The test results show that the largest load
capacity occurs in beams with a span of 1500 mm, namely 1.48 kN with a rotation
angle of 16°. The smallest load occurs on a beam with a span of 2500 mm, which
is 0.92 kN with a maximum rotation angle of 18°. The test torsional capacity of
the beam decreases as the span of the beam decreases. Meanwhile, the beam span
also affects the capacity of the beams arranged. The bending capacity analysis
was carried out based on the design specifications of AISI S100-16 cold formed
steel. The failure modes of the assembled sections observed during loading are
local buckling and torsional buckling. However, when the loading is stopped,
the built-up section of the test object returns to its original shape because
it is still in an elastic condition.
Kata Kunci : baja canai dingin, penampang tersusun, kanal, eksentrisitas, bentang