Laporkan Masalah

Climate Change Interpretation Center dengan Penekanan Pengalaman Sensoris di Sayung, Demak

Vidya Larasati Adiraputri, Harry Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D.

2023 | Skripsi | ARSITEKTUR

Perubahan iklim menjadi salah satu isu global yang sedang hangat dibahas dan dihadapi oleh seluruh dunia saat ini. Suhu global sebelum tahun 2100 diperkirakan akan melebihi batas 1,5°C yang ditetapkan oleh ilmuwan dunia. Berbagai bencana iklim akan timbul akibat pesatnya kenaikan suhu global.

Perubahan iklim yang sedang terjadi bahkan telah berdampak pada daerah pesisir di Indonesia melalui fenomena kenaikan air laut akibat mencairnya es di kutub. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kabupaten Demak, khususnya Kecamatan Sayung. Terdapat beberapa desa di Kecamatan Sayung yang terancam tenggelam, bahkan beberapa dusunnya telah tenggelam akibat abrasi pantai dan banjir rob.

Dalam usaha menghadapi ancaman perubahan iklim, masyarakat masih memiliki tingkat kesadaran dan pengetahuan yang rendah serta kurangnya tindakan nyata dari masyarakat. Di sisi lain, sarana edukasi seperti museum kurang menarik minat masyarakat di masa kini. Oleh karena itu, diperlukan fasilitas edukasi bagi masyarakat yang menarik dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memotivasi masyarakat untuk ikut bertindak dalam menghadapi perubahan iklim.


Climate change is one of the global issues that is currently discussed and faced by the whole world. Global temperature is expected to exceed the 1.5°C limit set by world scientists before the year 2100. Various climate disasters will happen because of the extreme rise in global temperature. 

Climate change has shown its effect on coastal areas in Indonesia through the rising sea level phenomenon caused by melting glaciers. One of the affected areas is Demak Regency, especially in Sayung District. There are several villages in Sayung that threatened by submersion, with several hamlets are already submerged due to abrasion and tidal flooding.

In the efforts to deal with climate change, people still have a low level of awareness, education, and also a lack of concrete action from the community. On the other hand, educational facilities such as museums are seen as not so attractive by the public nowadays. Therefore, an educational facility that is attractive and able to increase the public’s awareness and motivation to take action in dealing with climate change is needed.


Kata Kunci : Perubahan Iklim, Interpretation Center, Pengalaman Sensoris

  1. S1-2023-439583-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439583-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439583-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439583-title.pdf