Communication Strategy of Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY For Village Empowerment Through BUMDes Training Program
Muhammad Vicellio Putranto, Drs. Winarto, M.M
2023 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS
Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk membahas strategi komunikasi yang diterapkan oleh Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan BUMDes di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masa penelitian dilakukan pada masa magang (Industrial-based Internship) yang dilakukan oleh penulis periode 2022. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua metode untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Metode pertama dilakukan melalui observasi dan studi lapangan dengan mengikuti rangkaian acara pelatihan BUMDes secara langsung serta melakukan wawancara kepada Kepala Kelembagaan Biro Bermas, Riana Setyawati SE., M.Acc.; Staf Kelembagaan, sekaligus sebagai ketua program pelatihan BUMDes, Murti Maharini S.Sos., M.Ec.Dev. dan pihak terkait yang turut serta menjalankan program Biro Bermas untuk memperoleh data primer. Selain itu, data sekunder diperoleh dengan melakukan studi pustaka berupa analisis melalui buku, jurnal, dan media sosial sebagai landasan teori serta melengkapi data dalam Laporan Tugas Akhir ini. Teori yang digunakan adalah model komunikasi Laswell; dan teori pemberdayaan masyarakat menurut Wrihatnolo dan Dwidjowijoto. Lalu, data-data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus.
Berdasarkan hasil penelitian, Biro Bermas dapat menyusun strategi komunikasi sesuai dengan teori Laswell yaitu dengan mempersiapkan tujuan komunikasi, pemilihan audiens dan komunikator, pembuatan informasi, dan penentuan media komunikasi. Untuk mengkomunikasikan pesan pemberdayaan, Biro Bermas menggunakan acara pelatihan, pemanfaatan stasiun tv, dan sosial media. Biro Bermas dalam memberdayakan masyarakat telah memenuhi tiga tahapan pemberdayaan yaitu penyadaran, pemberian kapasitas, dan pemberian daya.
This Final Project Report aims to discuss the communication strategy implemented by the Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY in empowering village communities through the BUMDes Training Program in the Special Region of Yogyakarta. The research period was carried out during an internship period (Industrial-based Internship) carried out by the authors for the 2022 period. The data collection method was carried out using two methods to obtain primary data and secondary data. The first method is carried out through observation and field studies by conducting interviews with the Biro Bermas’s Head of the Institutional, Riana Setyawati SE., M. Acc.; Murti Maharini S.Sos., M.Ec.Dev, the Biro Bermas’s Institutional Branch Staff, as well as The Head Committee of BUMDes Training Program and related parties who participate in running the Biro Bermas program to obtain primary data. In addition, secondary data was obtained by conducting a literature study in the form of analysis through books, journals and social media as a theoretical basis and complementing the data in this Final Report. The theory used is Laswell's communication model and Wrihatnolo and Dwidjowijoto’s community empowerment theory. Then the data obtained were then analyzed qualitatively using the case study method.
Based on the research results, Biro Bermas developed a communication strategy according to Laswell's theory: preparing communication objectives, selecting audiences and communicators, producing information, and determining communication media. Biro Bermas uses training event programs, TV stations, and social media to communicate empowerment. Biro Bermas has fulfilled three empowerment stages in empowering the community: awareness raising, capacity building, and provision support.
Kata Kunci : community empowerment, communication strategy, village-owned enterprise, biro bina pemberdayaan masyarakat. sekretariat daerah daerah istimewa yogyakarta