Community Center di Pesisir Desa Padabaho dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual
Yunita Andayani, Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM
2023 | Skripsi | ARSITEKTUR
Kabupaten Morowali merupakan salah satu
kabupaten di Sulawesi Tengah yang mengalami perkembangan pesat. Pertambangan
menjadi salah satu penggerak perubahan yang pesat tersebut. Dengan keberadaan
pertambangan membuat Morowali mengalami pertumbuhan ekonomi yang menjadi magnet
bagi orang-orang untuk datang dengan tujuan mengadu nasib dalam hal pekerjaan.
Banyaknya orang yang tertarik untuk datang menjadikan Morowali mengalami
keheterogenan dalam segi kependudukan. Kesiapan untuk menghadapi perkembangan
belum direncanakan secara sempurna sehingga melahirkan permasalahan dari segi
fisik lingkungan dan juga sosial masyarakat.
Walaupun secara ekonomi terbilang sejahtera dikarenakan banyaknya
peluang untuk bekerja tetapi dari segi sosial masyarakat belum sejahtera
seutuhnya. Interaksi antar individu yang kurang menjadi salah satu permasalahan
sosial serta keberadaan Morowali yang berada di pesisir membawa berbagai
potensi yang bisa dimanfaatkan jika diolah dengan baik.
Dengan perkembangan yang terjadi, perlu
adanya adaptasi yang mengharuskan masyarakatnya ikut berkembang. Masyarakat
membutuhkan ruang sebagai media untuk berinteraksi karena pada hakikatnya
manusia memerlukan tempat untuk mengekspresikan minat, hobi, ide, ataupun melepas kepenatan.
Community center dapat menjadi sebuah tempat untuk menampung berbagai
aktivitas masyarakat dari segi sosial, edukatif, dan juga rekreatif. Besar harapan
bahwa community center dapat menjadi tempat untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan placemaking diharapkan
bahwa community center dapat mengembangkan suatu tempat dengan
memfasilitasi pengembangan kreativitas dengan proses kolaboratif yang mendorong
terciptanya interaksi antar masyarakat.
Morowali Regency is one of
the districts in Central Sulawesi which is experiencing rapid development.
Mining is one of the drivers of this rapid change. The existence of mining has
made Morowali experience economic growth which has become a magnet for people
to come for a job. The large number of people who are interested in coming
makes Morowali experience heterogeneity in terms of population. Readiness to
face developments has not been planned perfectly so it creates problems in
terms of the physical environment and also the social community. Even though
they are economically prosperous due to the many opportunities to work, from a
social perspective the community is not completely prosperous. The lack of
interaction between individuals as a social problem and the existence of
Morowali on the coast brings various potentials that can be utilized if managed
properly.
With developments that
occur, there needs to be an adaptation that requires the community to develop.
Society needs space as a medium for interaction because in essence humans need
a place to express interests, hobbies, and ideas, or relieve fatigue.
A Community center can be a
place to accommodate various community activities in terms of social,
educational, and also recreational. It is hoped that the community center can
become a place to improve the quality of people's lives. By using the placemaking
approach, it is hoped that the community center can develop a place by
facilitating the development of creativity with a collaborative process that
encourages interaction between communities.
Kata Kunci : community center, placemaking, interaksi, pesisir