Laporkan Masalah

Tempat Pelelangan Ikan dan Pasar di Karangwuni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta dengan Metode Disprogramming

Azzahra Khavista Imani, Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, M. Eng., Ph.D., IPU

2023 | Skripsi | ARSITEKTUR

Indonesia merupakan Negara Maritim dengan potensi sumber daya alam dari hasil kelautan yang melimpah. Potensi ini tersebar pada beberapa wilayah laut di Indonesia, salah satunya pada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Provinsi DIY, yang kemudian menjadi latar belakang adanya gagasan konsep “Among Tani Dagang Layar” yang bertujuan untuk memajukan Yogyakarta wilayah selatan. Salah satu implementasi yang dilakukan ialah adanya pembangunan fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan Tanjung Adikarta yang juga mencakup kegiatan pelelangan ikan di dalamnya. 

Tidak berjalan sesuai dengan perencanaannya, fasilitas publik ini justru mangkrak atau mengalami pemberhentian aktivitas. Secara makro, hal ini disebabkan oleh faktor alam dan pembangunan pemecah ombak (jetty) yang belum memenuhi standard. Namun apabila ditinjau secara arsitektural, mangkraknya fasilitas ini disebabkan oleh ruang spasial yang tidak efektif, dalam artian hanya mencakup satu jenis kegiatan pada sebuah bangunan. Pengunjung pun tidak tertarik untuk mengunjunginya, terlebih lagi dengan kondisi bangunan eksisting yang tidak lagi baik. 

Maka, diperlukan perancangan dengan penerapan metode disprogramming yang mengkombinasikan dua jenis tipologi bangunan pada sebuah bangunan yang sama untuk dapat saling mengkontaminasi. Pada perancangan ini, tipologi Tempat Pelelangan Ikan dikombinasikan dengan Pasar atau Pasar. Tipologi pasar dipilih karena adanya fasilitas pasar di sekitar tapak yang kurang memadai. Tempat Pelelangan Ikan dan Pasar ini menerapkan konsep “one-stop service” dengan menyediakan pemandangan (something to see), memfasilitasi berbagai kegiatan (something to do), dan menyediakan barang untuk dijual (something to buy), untuk mencapai aspek tujuan wisata yang menarik pengunjung. Perancangan bangunan dengan penerapan metode disprogramming diharapkan dapat mencapai efektivitas ruang, dengan indikator use factor yang mendekati angka 1, yakni dapat berfungsi selama hampir 24 jam penuh.  

Indonesia is a Maritime Country with natural resource potential from abundant results. This potential is spread across several sea areas in Indonesia, one of which is in the Province of the Special Region of Yogyakarta. Thus, this is one of particular concern to the Province of Yogyakarta, therefore its becomes the background for the idea of  "Among Tani Dagang Layar," which aims to advance the southern region of Yogyakarta. One of the implementations is the construction of the Tanjung Adikarta Fish Landing Port facility, which also includes fish auction activities.

Unfortunately, these public facilities are actually stalled or experiencing activity stoppages. On a macro level, this was caused by natural factors and the construction of a jetty that did not meet standards. However, when viewed from an architectural perspective, the stalled facility is caused by ineffective spatial space, in the sense that it only covers one type of activity in a building.  It is not interesting for visitors, because the existing building is no longer in a good condition 

It is necessary to design with the application of programming methods that combine two types of building typologies in the same building to be able to contaminate each other. In this design, the typology of the Fish Auction Place is combined with a Shopping Center or Market. The shopping center typology was chosen because there are inadequate market facilities around the site. This Fish Auction Place and Shopping Center applies the concept of "one -stop service" by providing views (something to see), facilitating various activities (something to do), and providing goods for sale (something to buy), to achieve aspects of the desired tourist destination to attract visitors. Building design using the disprogramming method is expected to achieve spatial effectiveness, with a use of  factor indicator close to 1, which means it can function for almost 24 hours straight.

Kata Kunci : disprogramming, pasar, tempat pelelangan ikan, one-stop service

  1. S1-2023-446411-abstract.pdf  
  2. S1-2023-446411-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-446411-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-446411-title.pdf