Analisis Kelayakan Finansial Pengolahan Minyak Kayu Putih (Melaleuca leucadendron) di Pabrik Minyak Kayu Putih Sendang Mole, Gunungkidul
Achmaludin Taufan Azmi, Agus Affianto, S.Hut., M.Si.,
2023 | Skripsi | KEHUTANAN
Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) Sendang Mole berhasil memasak 11.678 ton daun kayu putih dan memproduksi sebanyak 109.141 liter minyak kayu putih selama 5 tahun terakhir dengan rata-rata rendemennya sebesar 0,93%. Dari data 5 tahun terakhir pabrik mampu menghasilkan minyak kayu putih sesuai standar SNI dan memiliki prospek ekonomi yang cukup baik. Berdasarkan jumlah daun kayu putih yang dimasak dan hasil produksi minyak kayu putih per tahunnya, penelitian yang dilaksanakan di pabrik tersebut bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, analisis kelayakan usaha, dan mengetahui batas minimal penurunan produksi agar tetap memperoleh keuntungan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi serta pengumpulan data-data terkait keuangan dari tahun 2018 hingga 2022 dari PMKP Sendang Mole dan BKPH Yogyakarta. Data dianalisis dengan menggunakan kriteria kelayakan finansial usaha yaitu Keuntungan, Cost to Income Ratio (CIR), Return on Investment (ROI), dan analisis sensitivitas.
Hasil penelitian ini memberikan informasi kelayakan finansial PMKP Sendang Mole selama 5 tahun terakhir. Selama 5 tahun terakhir pabrik memperoleh rata-rata pendapatan tahunan sebesar Rp5.247.342.700,- dengan rata-rata total biaya tahunan sebesar Rp4.636.479.185,-. Sehingga diperoleh nilai rata-rata keuntungan tahunan sebesar Rp610.863.515,- dengan nilai CIR kurang dari 100% yaitu sebesar 89,33% yang artinya usaha layak untuk dijalankan dan nilai ROI positif dengan nilai 13,13%. Berdasarkan analisis data kelayakan finansial selama 5 tahun terakhir, dapat disimpulkan bahwa PMKP Sendang Mole layak untuk dijalankan karena memenuhi kriteria kelayakan investasi.
Sendang Mole Cajuput Oil Factory (PMKP) has successfully processed 11.678 tons of cajuput leaves and produced a total of 109.141 liters of cajuput oil over the past 5 years, with an average yield of 0,93%. Based on the data from the past 5 years, the factory has been able to produce cajuput oil according to the SNI (Indonesian National Standard) and has a promising economic outlook. The research conducted at the factory aims to determine the production costs, assess the business feasibility, and identify the minimum production decline required to maintain profitability based on the quantity of cajuput leaves processed and the annual oil production.
This research adopts a quantitative approach with a descriptive method. Data collection techniques involve interviews, observations, and gathering financial data from 2018 to 2022 from PMKP Sendang Mole and BKPH Yogyakarta. The data is analyzed using financial feasibility criteria such as Profit, Cost to Income Ratio (CIR), Return on Investment (ROI), and sensitivity analysis.
The results of this research provide information on the financial feasibility of PMKP Sendang Mole over the past 5 years. Over the past 5 years, the factory has achieved an average annual revenue of Rp5.247.342.700,- with an average total annual cost of Rp 4.636,479.185,-. Consequently, the average annual profit is calculated to be Rp610.863.515,- with a CIR value of less than 100%, specifically 89,33%, indicating that the business is viable to operate. Additionally, the ROI is positive with a value of 13,13%. Based on the analysis of financial feasibility data over the past 5 years, it can be concluded that PMKP Sendang Mole is suitable to operate as it meets the criteria for investment feasibility.
Kata Kunci : Financial Feasibility, Profit, CIR, ROI