Tinjauan Yuridis terhadap Klaim Konstruksi Akibat Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) dalam Pelaksanaan Perjanjian Pembangunan Integrated Building
Lisa Mutia Kasih, Dr. Taufiq El Rahman, S.H., M.Hum.
2023 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penelitian hukum ini bertujuan menganalisis ketentuan yuridis terkait Covid-19 sebagai alasan tidak terpenuhinya prestasi dalam Perjanjian Jasa Konstruksi tentang Pembangunan Integrated Building dan mengetahui tindakan penyelesaian klaim konstruksi dalam pelaksanaan perjanjian yang diajukan oleh pihak penyedia jasa.
Penelitian ini merupakan penelitian normatif-empiris yang bersifat deskriptif. Penelitian normatif-empiris dilakukan dengan mengkaji pelaksanaan atau implementasi ketentuan perundang-undangan dan dokumen perjanjian pengadaan jasa konstruksi secara in action (faktual) dalam pelaksanaannya terkait pembangunan integrated building.
Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama adalah pandemi Covid-19 tidak dapat secara langsung dijadikan alasan untuk tidak memenuhi prestasi. Para pihak harus dapat membuktikan hubungan kausalitas antara pandemi Covid-19 dengan ketidakmampuan pemenuhan kewajiban. Dalam proyek in casu, ditemukan dua hubungan sebab-akibat, dimana kondisi pandemi Covid-19 sebagai keadaan memaksa telah menghalangi pemenuhan prestasi dan terdapat unsur wanprestasi oleh pengguna jasa. Hal ini mendorong pengajuan klaim konstruksi oleh pihak penyedia jasa. Kedua, terhadap klaim konstruksi maka tindakan penyelesaian yang dapat dilakukan adalah melakukan renegosiasi untuk mencapai kesepakatan baru yang kemudian dituangkan dalam addendum perjanjian ataupun berita acara.
This legal research aims to analyze the juridical provisions related to Covid-19 as the reason for obligations unfulfillment of Construction Contract on Integrated Building Construction and to understand how to settle constructions claim submitted by contractors in a contract execution.
This research is a descriptive normative-empirical study. This normative-empirical research is conducted by examining the implementation of legal provisions and construction contract documents in action (factual) in relation to the construction of the integrated building.
The conclusions of this research are as follows: Firstly, the Covid-19 pandemic cannot be directly used as a reason for obligations unfulfillment. The parties must be able to prove the causality between the Covid-19 pandemic and the inability to fulfill their obligations. In the present case, two cause-and-effect relationships were found, where the Covid-19 pandemic as a force majeure condition has hindered performance fulfillment, and an element of breach of contract was found done by the service user. This has prompted the submission of construction claims by the contractor. Secondly, regarding construction claims, both parties is to settle by renegotiating a new agreement which is then documented in an addendum to the agreement.
Kata Kunci : Perjanjian Konstruksi, Pandemi Covid-19. Force Majeure, Klaim Konstruksi