Analisis Pemenuhan Standar Lingkungan Kerja Dengan Metode Mirth Pada Ruang Network Agent Di Pt X
Grecia Ulina Sebayang, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D.
2023 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)
Lingkungan kerja menjadi salah satu unsur penting yang dapat mempengaruhi
kinerja dan motivasi kerja seseorang, khususnya bagi pekerjaan yang dilakukan 24
jam setiap harinya seperti network agent. Dalam memberikan layanan jaringan
telekomunikasi yang optimal setiap saat, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
harus berupaya tetap siaga dalam mencegah dan menangani gangguan atau
kerusakan yang mungkin terjadi, termasuk PT X. Maka dari itu, pemantauan 24 jam
oleh network agent sangat diperlukan sebagai salah satu strategi pemberian layanan
yang optimal.
Pentingnya peran network agent dalam keberlangsungan operasional menara
perlu diseimbangi dengan pemenuhan kebutuhan penunjang kerjanya, terutama
yang berhubungan dengan lingkungan kerja. Faktanya, berdasarkan Data
Rekapitulasi Temuan Eksternal Audit Sistem Manajemen Terintegrasi PT X Tahun
2013-2021, diketahui terdapat 272 temuan yang didominasi sebanyak 131 temuan
(48%) dengan temuan lingkungan kerja. Selain itu, berdasarkan Reporting Service
PT X Tahun 2016-2021, tercatat sebanyak 247 laporan yang masuk. Dari 247
laporan, mayoritas melaporkan keluhannya terkait lingkungan kerja dengan 128
laporan (52%). Dari 128 laporan, 26 laporan diantaranya tercatat berasal dari lantai
15 dimana network agent bekerja. Data ini diluar dari data keluhan psikologis dan
keluhan lainnya yang tidak terlaporkan.
Sebagai langkah pencegahan untuk temuan dan laporan berulang, maka Peneliti
melakukan penilaian terhadap pemenuhan standar lingkungan kerja menggunakan
metode MIRTH Office Ergonomics dengan rata-rata tingkat pemenuhan 49,5%
yang diperoleh dari survei dan observasi. Hasil penilaian kelelahan kerja juga
ditemukan bahwa mayoritas network agent berada pada tingkat kelelahan sedang
sebanyak 14 orang (52%), dan kelelahan ringan sebanyak 13 orang (48%). Usulan
perbaikan diberikan dengan mengintervensi aspek manusia, aspek lingkungan
kerja, dan aspek ergonomi.
The work environment is one of the important elements that can affect a
person's work performance and motivation, especially for jobs that are carried out
24 hours a day such as network agents. In order to provide optimal
telecommunication network services at all times, telecommunication service
provider companies must strive to remain alert in preventing and handling
interference or damage that may occur, including PT X. Therefore, 24-hour
monitoring by network agents is needed as one of the strategies for providing
optimal service.
The important role of network agents in the continuity of tower operations
needs to be balanced with the fulfillment of their work support needs, especially
those related to the work environment. In fact, based on the Recapitulation of
External Audit Findings of PT X's Integrated Management System for 2013-2021,
it is known that there are 272 findings, which are dominated by 131 findings (48%)
with work environment findings. In addition, based on PT X's Reporting Service for
2016-2021, 247 reports were recorded. From the 247 reports, the majority reported
complaints related to the work environment with 128 reports (52%). From the 128
reports, 26 of them were recorded as coming from the 15th floor where the network
agent works. This data excludes psychological and other unreported grievances.
As a preventive measure for repeated findings and reports, the researchers
assessed the fulfillment of work environment standards using the MIRTH Office
Ergonomics method with an average fulfillment rate of 49.5% obtained from
surveys and observations. The results of the work fatigue assessment also found
that the majority of network agents were at the level of moderate fatigue as many
as 14 people (52%), and mild fatigue as many as 13 people (48%). Proposed
improvements are given by intervening in human aspects, work environment
aspects, and ergonomic aspects.
Kata Kunci : MIRTH Office Ergonomic, work environment, work fatigue, and computer activities.