STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBERIAN INFORMASI OBAT KEPADA INDIVIDU TUNARUNGU
DIAH DINAR TRIDANTI, apt. Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si.
2023 | Skripsi | S1 FARMASILatar belakang dan tujuan : Praktik pelayanan kefarmasian tidak terlepas dari kendala dan hambatan dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini, kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu aspek kendala yang dirasakan oleh apoteker ketika melakukan praktek pelayanan kefarmasian, terlebih lagi dalam berkomunikasi dengan individu yang juga mengalami hambatan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi obat dari apoteker kepada individu Tunarungu. Metode dan analisis : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data yang diperoleh berasal dari proses wawancara kepada dua belas subjek yang terdiri atas 9 individu Tunarungu dan 3 pendamping Tunarungu. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik interactive model konsep Miles dan Huberman. Hasil dan kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang efektif untuk pemberian informasi obat kepada individu Tunarungu adalah dengan metode komunikasi total yang terdiri atas komunikasi verbal secara tertulis dan metode komunikasi nonverbal, yaitu dengan bahasa isyarat dan gestur. Penyediaan juru bahasa isyarat dalam pemberian informasi obat bukanlah suatu kebutuhan yang mendesak, namun disediakannya media layar informasi terjemahan ke bahasa isyarat atau teks berjalan merupakan salah satu fasilitas yang diharapkan oleh individu Tunarungu.
Background and objectives : Pharmaceutical service practice is inseparable from constraints and obstacles in its implementation. In this case, the ability to communicate is one aspect of the obstacles felt by pharmacists when practicing pharmaceutical services, especially in communicating with individuals who also experience communication difficulties. This study aims to determine effective communication strategies in conveying drug information from pharmacists to deaf individuals. Methods and analysis : This study used a descriptive qualitative approach, the data obtained came from interviews with twelve subjects consisting of 9 Deaf individuals and 3 Deaf companions. Data analysis was carried out using the interactive model concept of Miles and Huberman. Results and conclusion : This study shows that an effective communication strategy for providing drug information to Deaf individuals is a total communication method which is consist of write the information as verbal communication method, using sign language and gestures for nonverbal communication methods. The provision of sign language interpreters in providing drug information is not an urgent need, but the provision of information screen media for translation into sign language or running text is one of the facilities expected by Deaf individuals.
Kata Kunci : Individu Tunarungu, Komunikasi Informasi Obat, Strategi Komunikasi