Topografi Lokasi Perlukaan Fatal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas dengan Asfiksia yang Ditemukan pada Pemeriksaan Jenazah Forensik di IKF RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Tahun 2016-2020
DINDA NADHIFA PUTRI, dr. I.B.G. Surya Putra Pidada, Sp.F., M(K)., M.H.; dr. Martiana Suciningtyas Tri Artanti, Sp.F.
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah keselamatan publik utama di seluruh dunia. Di Indonesia, terdapat rata-rata 3 orang yang meninggal setiap jamnya akibat kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 1933 kasus dibandingkan tahun 2017. Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan berbagai macam perlukaan, mulai dari luka ringan sampai dengan fatal, dan dapat ditemukan di berbagai lokasi tubuh. Asfiksia merupakan salah satu mekanisme kematian dari kecelakaan lalu lintas. Risiko kematian pada kasus asfiksia akibat trauma kepala lebih besar daripada trauma dada. Namun, belum ada penelitian yang memberikan gambaran topografi lokasi perlukaan fatal lainnya pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang disertai asfiksia. Tujuan: Untuk mengetahui topografi lokasi perlukaan fatal pada korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang disertai asfiksia di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2016-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder dari visum et repertum di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2016-2020. Hasil: Kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan tanda asfiksia pada tahun 2016-2020 adalah sebanyak 147 kasus, di mana kasus terbanyak terjadi pada tahun 2016 (56 kasus) dan paling sedikit pada tahun 2020 (6 kasus), paling banyak terjadi pada kelompok umur remaja (64 kasus), jenis kelamin laki-laki (117 kasus) lebih banyak daripada perempuan (30 kasus), paling banyak terjadi pada pengendara sepeda motor (99 kasus), dan lokasi perlukaan yang paling banyak adalah pada kepala (142 kasus). Kesimpulan: Jumlah kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas dengan tanda asfiksia yang ditemukan di IKF RSUP Dr. Sardjito adalah sebanyak 147 kasus, dengan lokasi perlukaan paling banyak pada kepala, kasus paling banyak pada tahun 2016, kelompok umur remaja (12-25 tahun), berjenis kelamin laki-laki, dan pengendara sepeda motor.
Background: Traffic accidents are a major public safety problem worldwide. In Indonesia, there are an average of 3 people who die every hour due to traffic accidents. The number of traffic accidents that occurred in the Special Region of Yogyakarta (DIY) in 2019 increased by 1933 cases compared to 2017. Traffic accidents can cause various kinds of needs, ranging from minor injuries to fatal ones, and can be found in various locations of the body. Asphyxia is one of the mechanisms of death from traffic accidents. The risk of death in cases of asphyxia due to head trauma is greater than chest trauma. However, there are no studies that provide a topographical picture of the location of other fatal injuries in victims who died from traffic accidents accompanied by asphyxia. Objective: To determine the topographical location of fatal injuries to victims who died from traffic accidents accompanied by asphyxia at the Forensic Medicine Installation of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in 2016-2020. Methods: This research is a descriptive observational study with a cross-sectional design using secondary data from visum et repertum at the Forensic Medicine Installation of RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in 2016-2020. Results: There were 147 cases of death due to traffic accidents with signs of asphyxia in 2016-2020, where the most cases occurred in 2016 (56 cases) and the least in 2020 (6 cases), most of which occurred in the adolescent age group (64 cases), there were more males (117 cases) than females (30 cases), the most common were motorcycle riders (99 cases), and the most needed location was the head (142 cases). Conclusion: The number of cases of death due to traffic accidents with signs of asphyxia found in IKF RSUP Dr. Sardjito was a total of 147 cases, with the most injuries on the head, the most cases in 2016, the age group of adolescents (12-25 years), male, and motorcycle riders.
Kata Kunci : Asfiksia, Korban meninggal, Kecelakaan lalu lintas, Lokasi perlukaan fatal, Pemeriksaan jenazah