Nilai Diagnostik Mean Corpuscular Volume untuk Diagnosis Gagal Jantung pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan
NABILAH DINDA RIZQIAH, dr. Indah Kartika Murni, M.Kes, Ph.D, Sp. A (K); dr. Sasmito Nugroho, Sp. A (K); dr. Noormanto, Sp. A (K)
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit jantung bawaan merupakan malformasi kongenital yang terjadi pada 0,9% kelahiran dan merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak dibawah usia 5 tahun. Kelainan ini dapat menyebabkan kondisi gagal jantung yang dikaitkan dengan overload tekanan atau volume pada jantung. Gagal jantung pada anak memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang signifikan setiap tahunnya. Selain itu, gagal jantung pada anak juga menghambat proses tumbuh kembang yang dapat berdampak terhadap kehidupan sosial anak. Saat ini, B-type Natriuretic Peptide (BNP) dan N-terminal proBNP (NT-proBNP) merupakan biomarker standar emas dalam diagnosis akhir gagal jantung setelah digabungkan dengan riwayat, pemeriksaan fisik, rontgen dada, dan temuan laboratorium pada pasien. Dalam pengaturan klinis, memastikan diagnosis secara tepat dan cepat sangatlah esensial. Mean Corpuscular volume (MCV) adalah indeks ukuran rata-rata dan volume eritrosit yang dapat diukur melalui pemeriksaan darah lengkap dan apusan darah tepi. MCV dapat merepresentasikan aktivitas eritrosit serta malfungsi pada sumsum tulang dimana kedua hal ini diduga memiliki asosiasi terhadap kejadian gagal jantung. MCV dianggap memiliki peluang sebagai biomarker tambahan gagal jantung dengan metode pemeriksaan yang mudah, murah, dan tanpa melakukan prosedur invasif kepada pasien.
Congenital heart disease is a congenital malformation that occurs in 0.9% of births and is one of the main causes of death in children under 5 years of age. This disorder can cause heart failure which is associated with pressure or volume overload on the heart. Heart failure in children has a significant annual morbidity and mortality rate. In addition, heart failure in children also hinders the process of growth and development which can have an impact on children's social life. Currently, B-type natriuretic peptide (BNP) and N-terminal proBNP (NT-proBNP) are the gold standard biomarkers in the final diagnosis of heart failure after combining patient history, physical examination, chest radiograph, and laboratory findings. In the clinical setting, ensuring a correct and prompt diagnosis is essential. Mean corpuscular volume (MCV) is an index of the average size and volume of erythrocytes that can be measured through a complete blood count and peripheral blood smear. MCV can represent erythrocyte activity and bone marrow dysfunction, both of which are thought to have an association with heart failure. MCV is considered to have the opportunity to become an additional biomarker of heart failure with an easy, inexpensive, and non-invasive examination method for patients.
Kata Kunci : anak, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, nilai diagnostik, MCV