Peran Angkutan Darat Terhadap Pdrb Kabupaten/Kota Yang Dilalui Jalur Pantura Provinsi Jawa Tengah
DEATRY KHARISMA K, Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si
2023 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANSistem jaringan jalan yang semakin kompleks di Provinsi Jawa Tengah, memiliki berbagai dampak bagi masyarakat, khususnya pada bidang perekonomian. Salah satu jaringan jalan yang berkembang yaitu pada Jalur Pantura, yang saat ini dapat ditempuh melalui jalan nasional maupun jalan tol. Jalan Nasional Rute 1 yang dahulu disebut sebagai jalan utama Pantura, saat ini memiliki jalur alternatif yaitu melalui Jalan Tol Rute 1. Sehingga dari adanya jalur altenatif tersebut, terdapat perubahan jumlah kendaraan yang melintas di Jalur Pantura. Dari adanya perubahan tersebut, maka penelitian ini menganalisa tentang keterkaitan volume kendaraan dengan peran angkutan darat terhadap PDRB di wilayah yang dilalui Jalur Pantura Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten/kota yang dilalui Jalur Pantura memiliki failitas transportasi yang berbeda-beda. Untuk itu, pada penelitian ini menganalisis secara spesifik pada salah satu ruas Jalur Pantura yang berada di setiap kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif komparasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pada rentang tahun 2010-2021 Jalur Pantura di Provinsi Jawa Tengah memiliki volume kendaraan yang fluktuatif. Hal tersebut dikarenakan adanya tren naik dan turun di masing-masing kabupaten/kota. Perbedaan tren tersebut menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan antara LHR yang mengindikasikan peran angkutan darat terhadap PDRB di Jalur Pantura. Jika dianalisis secara parsial di masingmasing kabupaten/kota menunjukkan adanya keterkaitan antar keduanya. Keterkaitan tersebut terjadi di Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Rembang, di mana wilayah tersebut berada di dekat Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah diharapkan untuk membangun sistem jaringan jalan yang lebih terintegrasi, agar perekonomian masyarakat tidak dirugikan oleh pembangunan
The increase of the road network system in Central Java Province has various impacts on society, especially in the economy. One of the developing road networks is the Pantura Lane, which can be reached by national roads or toll roads. National Road Route 1, which was formerly known as the Pantura main road, now has an alternative route, namely through Toll Road Route 1. So that from the existence of this alternative route there has been a change in the number of vehicles passing on Pantura Roads. From these changes, this study analyzes the relationship between traffic volume and the role of land transportation on regency GRDP in Central Java Province. Regencies/cities in Pantura Lane has different means of transportation. So, this study analyzes specifically on one of the Pantura road sections in each regency/city of Central Java Province. This study uses quantitative descriptive and comparative descriptive analysis. From the results, it shows that in the range of 2010 -2021 the Pantura Lane in Central Java Province experienced a fluctuating traffic volume trend. This is because there is uptrend and downtrend in each regency. These different trends show that there is no relation between the traffic volume that indicating the role of land transportation in GRDP. If analyzed partially in each regency/city, it shows that there is a relation between the two. This relationship occurs in Pekalongan City, Batang Regency, Kendal Regency, Semarang City, Demak Regency and Rembang Regency, where the areas are near the Capital City of Central Java Province. The government is expected to to build a more integrated road network system, so the community's economy isn't harmed by development
Kata Kunci : LHR, Jalur Pantura, Angkutan Darat, PDRB,Traffic Volume, Pantura Lane, Land Transportation, GRDP