ANALISIS PERDAGANGAN EKSPOR ROTAN INDONESIA
Moh. Yanuar, Prof.Dr.Ir. H. Achmad Sumitro
1994 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPeran ekonomi komoditi rotan antara lain tergantung kondisi pemasarannya. Disamping kebijaksanaan pemerintah, pemasaran ekspor rotan juga dipengaruhi oleh situasi dan kondisi negara importir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan perdagangan ekspor rotan Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya dan sekaligus ingin melihat bagaimana pengaruh kebijaksanaan pemerintah terhadap perkembangan ekspor rotan. Perdagangan ekspor rotan dicobakan dengan menggunakan regresi linear berganda, semi log dan log ganda terhadap tiap negara importir terpilih yaitu Jepang, Amerika, Jerman dan Australia. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan ekspor rotan setiap negara mempunyai karakteristik tersendiri, dan dapat dijelaskan dengan menggunakan persamaan regresi yang berbeda. Kebijaksanaan pemerintah mengenai Tata Niaga Ekspor Rotan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan volume, harga dan nilai ekspor rotan. Peningkatan ini disebabkan adanya pergeseran bentuk rotan yang dipasarkan menjadi bentuk rotan setengah jadi dan atau rotan barang jadi. Perdagangan ekspor rotan Indonesia ke Jepang dapat dijelaskan dengan persamaan regresi log-ganda. Berdasarkan nilai elastisitasnya terlihat bahwa komoditi rotan bersifat tidak elastis terhadap perubahan harga, pendapatan dan tingkat suku bunga, tetapi bersifat elastis terhadap perubahan harga kayu gergajian. Komoditi rotan Indonesia makin meningkat pos1s1 dan daya saingnya seperti ditunjukan oleh share volume dan nilai yang makin meningkat setiap tahunnya. Hasil analisis regresi linear berganda mengindikasikan bahwa masyarakat Amerika makin menyukai rotan dari Indonesia. Kecenderungan penurunan tingkat suku bunga secara tidak langsung juga merangsang peningkatan konsumsi rotan. Situasi dan kondisi seperti ini menjamin suatu prospek ekspor rotan yang makin baik. Selera masyarakat tiap negara terhadap suatu komoditi memang beragam. Selera masyarakat di negara Jerman dan Australia terhadap komoditi rotan cenderung berkurang. Oleh karena itu perlu dicari disain-disain yang memenuhi selera pasar dan promosi yang gencar. Negara importir yang tergolong negara maju mengkonsumsi rotan lebih tinggi daripada negara Australia.
The economic role of rattan depends among other on marketing conditions. Aside from goverment policy, rattan export in dependent on the situation and condition of the importing country. This study has the objective of examining trade progress of exported rattan of Indonesia, identifying what factors affecting it, and how goverment policy would influence it. Rattan export trades to Japan, United States of America, Germany, and Australia were analysed using multiple regression approach, either on original scale or transformed one : semi and double log. The results indicated that the trade of rattan exported to a certain country had its own characteristics as reflected in its unique regression equation. The goverment policy for rattan export trade has a positive effect as it increased volume, price, and value of rattan export. The increase was resulted from changes from exporting raw material to exporting half or fully finished rattan goods. Rattan export from Indonesia to Japan could be described by multiple regression of double log model. The elasticity index indicated that rattan export was inelastic with respects to changes in price, income, and rate of interest, but it was elastic with respect to changes in the price of sawn woods. The rank and competitiveness of Indonesian rattan was increasing as reflected in its share volume and export value which were increasing with year. Regression analysis for rattan export to the United States of America revealed that American preference for Indonesian rattan was increasing. The declining tendency of interest rate indirectly promote rattan consumption. This environment made rattan export to The United States of America prospective. Interest of the community in each importing country was dissimilar. In Germany and Australia less interest for rattan goods was detected. It compels us to be able to produce rattan goods with market oriented designs and to launch a more intensive promotion. Rattan consumption of developed importing country was higher than that of Australia.
Kata Kunci : Ekspor Rotan Indonesia,Pemasaran Hasil Hutan