MENGAPA PEJABAT KELAS RENDAH PATUH TERHADAP OTORITAS UNTUK MELAKUKAN KECURANGAN BERKELOMPOK?
FRANSISKUS PURNA ADI, Prof. Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA.
2023 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan individu atau pihak terkait pada kasus kecurangan berkelompok diam dan patuh terhadap otoritas untuk melakukan kecurangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara melalui zoom kepada pemeriksa eksternal pemerintah dan pihak terkait pada kasus kecurangan berkelompok yang terjadi di pemerintah provinsi di Indonesia yang menjadi objek penelitian. Penelitian dilakukan dengan mengeksplorasi penyebab kecurangan yang berfokus kepada pelaku kecurangan dengan jabatan rendah yang menjadi bagian dari kecurangan yang dilakukan secara berkelompok dalam suatu organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan hegemoni yang terdiri atas imperium, dampak psikologi kelas penguasa, lingkup pengaruh, ideologi performativity pada pemerintah daerah di Indonesia dapat menyebabkan seseorang patuh terhadap otoritas dalam melakukan kecurangan berkelompok. Selain itu, perilaku patuh untuk melakukan kecurangan juga tidak dapat terlepas dari dorongan individual yang berkontribusi mendukung tercapainya misi kelas penguasa. Hal tersebut merupakan wujud tercapainya hegemoni dengan adanya berbagai kepentingan serta latar belakang individu dan kelompok yang disatukan melalui misi-misi kelas penguasa. Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan adanya hegemoni dalam pengelolaan keuangan daerah sehingga dapat menciptakan lingkungan pengendalian yang lebih baik.
This study aims to explore the factors that cause individuals or related parties to remain silent and obey authorities to commit co-offending fraud. Study was conducted using a qualitative approach with case study. Qualitative data were collected through interviews with auditors and related parties who committed co-offending fraud at a provincial government in Indonesia. This research explores the causes of co-offending fraud within an organization with a focus on fraud perpetrators with low positions. The research show that the existence of a hegemony consisting of the imperium, the ruling-class psychology, the sphere of influence, and the ideology of performativity causes a person to obey authority in committing co-offending fraud. In addition, submissive behavior to commit fraud cannot be separated from individual encouragement that contributes to achieving the mission of the ruling class. This is a form of achieving hegemony with the existence of various interests and backgrounds of individuals and groups united with ideology through the missions of the ruling class. Local governments need to consider hegemony in the management of regional finances so as to create a better control environment. This can be done by placing people who have zero tolerance for fraud and are highly committed to achieving good financial management in high positions in the local government financial management structure.
Kata Kunci : Kecurangan berkelompok, hegemoni, pemerintah daerah, pejabat jabatan rendah, Indonesia