Intervensi Desain Jalur Sirkulasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang sebagai Bentuk Adaptasi terhadap Covid-19.
TRISKA PRAKASA W, Dr. Eng. Nedyomukti Imam Syafii, S.T., M.Sc. ; Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., IPM. ; Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.
2022 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURAdanya pandemi COVID-19 membentuk kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang berdampak pada ditutupnya ruang terbuka publik. Pembatasan sosial (social distancing) menyebabkan perubahan gaya hidup yang memiliki efek sosio-psikologis jangka panjang. Dampak COVID-19 yang menyerang kesehatan mental membentuk tren kebutuhan beraktivitas pada ruang terbuka. Kebutuhan beraktivitas di ruang terbuka publik didorong dengan adanya peran penting ruang terbuka publik dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, mengurangi segregasi dan meningkatkan peluang untuk pemulihan psikologis. Mengingat ketidakpastian kapan pandemi Covid19 akan berakhir, yang telah mengubah kebiasaan, dan cara kita bersosial pada ruang terbuka publik di dalam perkotaan. Oleh sebab itu diperlukan sebuah penyesuaian berupa pengembangan desain baru pada konfigurasi jalur sirkulasi di ruang terbuka publik. Pengembangan desain yang mampu mengurangi keramaian dapat menjadi cara baru untuk menyesuaikan dengan tatanan dan kondisi sosial baru pasca pandemi. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan observasi melalui simulasi pada aspek spasial konfigurasi jalur sirkulasi ruang terbuka publik Alun-alun Merdeka Kota Malang dan kegiatan yang ada di dalamnya. Selanjutnya, untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk ruang serta elemen pendukung mewadahi kegiatan, serta memprediksi alternatif bentuk intervensi mana yang tepat dalam mengakomodasi kegiatan di periode normalitas baru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental-simulatif dengan melakukan simulasi sintaksis ruang pada konfigurasi jalur sirkulasi melalui perangkat DephtmapX 0.50 sebagai alat identifikasi peluang regenerasi desain baru untuk merespon potensi spasial kawasan perkotaan yang ada. Dari hasil simulasi terlihat bahwa dengan penambahan ruang aktivitas dan jalur sirkulasi baru dengan simetri bentuk garis melingkar yang bersifat halus, dapat membentuk pola distribusi pengunjung yang lebih merata di seluruh bagian ruang publik. Hasil simulasi menunjukkan adanya kecenderungan dimana dengan meningkatkan derajat konektivitas dan integrasi dapat membentuk pola sebaran pengunjung yang lebih merata. Selanjutnya dalam pengaplikasiaannya dapat didukung dengan sebaran elemen penunjang aktivitas berupa street furniture dan fasilitas lain dengan pola sebaran yang lebih merata ke seluruh bagian ruang terbuka Alun-alun Merdeka Kota Malang.
COVID-19 widespread made a social separating approach that come about within the closure of open spaces. Social separating causes way-of-life changes that have long-term socio-psychological impacts. The effect of COVID-19 that assaults mental well-being has shaped a slant of the requirement for exercises in open spaces. The requirement for exercises in open spaces is driven by the vital part of open spaces in progressing wellbeing, and well-being, decreasing isolation, and expanding openings for mental recuperation. Given the instability of when the Covid-19 widespread will conclusion, which has changed propensities, and the way we socialize in open spaces in cities. Hence, an adjustment is required to create a modern plan for the arrangement of circulation paths in open spaces. Plan advancement that's able to diminish swarms can be another way to alter the unused social arrange and conditions after the widespread. Subsequently, an alteration is required within the shape of creating a modern plan for the arrangement of circulation ways in open spaces. Plan improvement that's able to diminish swarms can be another way to alter the modern social arrangement and conditions after the widespread. Subsequently, it is essential to carry out perceptions through recreations of the spatial angles of the setup of the circulation way for the open space of Alun-Alun Merdeka Malang City and the exercises in it. Besides, to distinguish how the spatial frame and supporting components suit exercises, and predict which elective shapes of intercession are suitable in pleasing exercises within the modern ordinariness period. This inquiry about employments an experimental-simulative strategy by reenacting the space language structure of the circulation path configuration through the DephtmapX 0.50 device as a implication of recognizing modern plan recovery openings to reply to the spatial potential of existing urban regions. From the simulation, it can be seen that by including modern movement spaces and circulation ways with symmetry within the frame of smooth circular lines, it can shape a more indeed dissemination design of guests all through the open space. The reenactment comes about appears a drift whereby expanding the degree of network and integration can frame a more indeed dissemination design of guests. Moreover, in its application, it can be backed by the conveyance of activity back components within the frame of road furniture and other offices with a more indeed dissemination design all through the open space of Alun-alun Merdeka Malang City.
Kata Kunci : space syntax, simulasi, ruang terbuka publik, pandemi COVID-19