Analisis Harga Pokok Produksi Kayu Bulat dan Getah Pinus :: Studi Kasus di Kesatuan Pemangkuan Hutan Sukabumi PT. Perhutani (Persero) Unit III Jawa Barat
Oman Suherman, Dr.Ir. Sofyan P. Warsito
2001 | Tesis | S2 Ilmu KehutananManajemen kelestarian hulan tidak dapat dtbangun hanya meJalui penerapan metode telmik -yang dapat mengatnr ???? - pertumbuhan dan pemungutan basil, melainkan juga harus secam simultan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi yang lazim bagi suatu bisnis. Berbeda dengan perusahaan kehulanan di Indonesia lainnya yang sehagian besar mengelola hutan. alam, PT. Perbutani (Per-.ero) mengdola kawasan lwlan di P. Jawa yang hampir sebagian besar merupakan hutan. 1arJaman_ Sebagai pengelola hulan tanaman, perusahaan ini telah menginvesw,bn sejumlah modal selama proses produksinya yang memerlukan waktu yang relatif paajang (lebih dari sepuluh lahun). Karenanya perusahaan ini dipandang perlu untuk memiliki suatu rancangan subsistem infonnasi akuntansi manajemen yang dapat menginvenlarisir hiaya-biaya yang telab dikeluarlrannya. Subsistem alamlansi manajemen semacam ini dapat digunakan sebagai landasan manajamen dalam menetapkan nilai penawman harga jual peda setiap produk yang dihasilkannya. Sebagai suatu bisnis perusahaan ini memerlukan adanya keuntungan. minimal tidak terjadi kerugian (zero proftt), aga,- selalu k:lsedia sumber daya kapital yang diperlukan untuk membiayai kegiatan-kegiatan telmis kebntanao. Tesis ini menyediakan empat altematif subsistem infonnasi alwnlansi manajemen yang dapat digunakan untuk mengelahui harga polrok produksi kayu bulat dan ge1ah Pinus peda suatu unit kelestarian (bagian bulan. BH) atau peda suatu kesatuan pemangkuan hutan (KPH) dengan beberapa lrelas perusahaan hutan. tanan>an Pious. Studi kasus di lrelas perusahaan hutan tanaman Pinus KPH Sukabumi menunjukkan bahwa dari empat altematif yang diajioobakan, melode biaya opportunitas dengan al/Jlcasi joint cost berdasarlmn berat relatif produk (kayo bulat dan gelah) memiliki beberapa kelebihan diantaranya: basil-basil perbitungmmya tidak jauh berbeda dengan harga-harga yang berlalru saat ini sebingga tidak akan menimbulkan banyak permasalahau, telab mengakomodir peranan waktu dalam proses produksi. serta lazim digunakan dalam induslri manufaktur.
Sustainable forest management cannot be established only by relying merely on the aplication of the forestry techniques and methodes that ordered balancing of growth with extraction, but simultaneously applying economic parinciples commonly used in a business. Tn contrast to most forestry companies in Indonesia managing natural forest, PT. Perhutani (Persero) manages most of the forest areas in Java Island representing plan1ed forest. N the management of the planted forest, the company has invested a number of capitals during its relative long timeconsuming production process (more than ten years). It is therefore necessary for the company to have a managcmeut accounting information subsystem design able to make inventory of the cost incurred. Such a management aoounting subsystem can serve as the basis for the management to establish the selling price of each product. As a business, the company needs to consider profit; at least zero profit does not take place, that the capital resource is available to finance the forestry technical activities. The thesis provides four management aceonnting information subsystem alternatives that are useful in establishing the basic price of the log and the resin pine production in a conservation unit that's call Bagian Hulan (BH) or in a forest district (Kesatuan Pemangkuan Hulan) with several classes of pine forest companies. The case study in the pine forest companies of KPH Sukabumi West Java shows that of the four alternatieves tried ou???? the opportunity costs method with joint cost allocation based on the the relative weight of the prodncts (log and resin) has among athers some following advantages: the result of its calculation does not significantly differ from the existing price that does not raise many problems, it accomodates the role played by time in the production process, and is commonly used in manfacturing industry.
Kata Kunci : Kayu Bulat dan Getah Pinus,Harga Pokok Produksi,PT Perhutani III