Palm-Oil Catastrophe: Uncovering The Indication of Cooking Oil Opportunist Profit Maximization in Indonesia Through Financial Statement Analysis
ANNISYA AYU R, Vogy Gautama Buanaputra, S.E., M.Sc., Ph.D., AFHEA
2023 | Skripsi | S1 AKUNTANSIINTISARI �Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, mengalami krisis minyak sawit.� Minyak kelapa sawit, sebagai komoditas utama Indonesia mengalami lonjakan permintaan yang signifikan pada tahun 2022 akibat turunnya pasokan minyak nabati dunia. Menjadi prioritas utama, pasar global dikejutkan dengan lonjakan harga minyak goreng tiba-tiba terjadi di Indonesia. Kenaikan yang mencapai 70% dari harga normal memaksa pemerintah untuk membuat kebijakan stabilisasi pasar yang mendesak seperti. Hasilnya? Memperburuk keadaan pasar. Fenomena �rak kosong� terjadi supermarket dan warung-warung di Indonesia yang memunculkan banyak pertanyaan terkait tindakan produsen minyak goreng di Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kenaikan harga melalui analisis laporan keuangan yang menggarisbawahi etika maksimalisasi keuntungan. Peneliti ini akan menganalisa tiga perusahaan (1) PT. Salim Ivomas Pratama Tbk, (2) PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, dan (3) PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Menekankan fluktuasi harga pokok penjualan, pendapatan, dan pergerakan keuntungan para pemain utama dalam industri untuk menyimpulkan: Apakah kenaikan harga merupakan tindakan yang memiliki urgensi atau hanya perilaku oportunis produsen minyak? Hasil penelitian menemukan bahwa ketiga perusahaan tersebut, dalam kondisi pasar yang sangat stabil, mengalami penurunan harga pokok penjualan, dan memiliki profitabilitas yang sangat baik. Mencocokkan hasil analisis dengan keadaan pasar di 2022, hal ini menunjukkan indikasi pemaksimalan keuntungan yang oportunis dan tidak etis.
�Indonesia, the biggest palm oil producer, has palm-oil crisis.� The world renowned most versatile vegetable oil has come to a high demand in 2022. Russian-Ukraine war, China biodiesel plan, and global erratic crop harvest have moved the demand of Crude Palm Oil (CPO) to be at the very top priority, when a sudden price spike occurs in Indonesia, reaching 70% increase from its normal price resulting in an urgent market stabilization policy: domestic market obligation, export ban, and domestic price obligation. The result? An overnight empty-shelf of cooking oil across Indonesia. Combining the topic of cooking oil price increase and the old historical battle of profits and ethics, this research will analyze the missing explanation of price increase through financial statement analysis highlighting the concern for ethical profit maximization. The research will analyze three companies (1) PT. Salim Ivomas Pratama Tbk, (2) PT. Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, and (3) PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Emphasizing the fluctuation of cost of goods sold, revenue, and profit movement of the main players in the industry to come into conclusion: Does the price increase an act of necessity or another opportunistic business behavior? The research result found that the three companies, in a very stable business, while experiencing a drop of cost of goods sold and positive profitability, raise its price, indicating an opportunist and unethical profit maximization.
Kata Kunci : Palm Oil, Cooking Oil, Cooking Oil Price, Financial Statement Analysis, Ethical Profit Maximization