Analisis Psikologi Bahasa Terhadap Konsumsi Wacana Fake News Terkait “Élection Présidentielle 2022†pada Media Sosial Berbahasa Prancis
VIRA RAHMA SETYANINGRUM, Dr. Aprilia Firmonasari, M. Hum, DEA.
2023 | Skripsi | S1 SASTRA PRANCISPada periode élection présidentielle 2022 silam, jumlah fake news yang tersebar di media sosial meningkat drastis. Penelitian ini menganalisis tiga di antara narasi fake news yang paling populer yaitu tentang isu kode QR pada kartu pemilu, sistem vote électroniqueyang akan diterapkan pada pemungutan suara, dan tentang seorang perdana menteri yang melakukan kampanye di luar periode yang diperbolehkan untuk menteri. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor psikologi bahasa apa yang mempengaruhi pembaca dalam menilai dan mempercayai fake news tersebut serta untuk mengetahui peran kohesi dan koherensi teks dalam mempengaruhi pembaca untuk mempercayai fake news. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori psikologi bahasa penilaian kebenaran Schwarz (Schwarz, 2016) dan teori linguistik kohesi dan koherensi Halliday dan Hasan (Halliday dan Hasan 1976). Data untuk penelitian ini diperoleh dari unggahan dan kolom komentar narasi fake news yang ada di Facebook dan Twitter yang sudah terverifikasi sebagai fake news oleh situs verifikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa komentar yang paling banyak ditemukan merupakan komentar yang mempercayai fake news secara intuitif. Selain itu ditemukan juga komentar yang mempercayai fake news secara analitik dengan jumlah yang lebih sedikit, komentar yang tidak percaya fake news secara intuitif dan analitik, serta komentar yang mempertanyakan kebenaran fake news secara intuitif dan analitik. Penelitian ini juga menemukan adanya pengaruh kohesi dan koherensi dari teks fake news untuk menggiring opini pembacanya.
During the élection présidentielle 2022, the amount of fake news spreading on social media has increased drastically. This study analyzes three of the most popular fake news narratives, namely the issue of QR codes on election cards, the electronic vote system that will be applied to voting, and about a prime minister who campaigns outside the period allowed for ministers. This study aims to investigate what psychology of language factors influence readers in judging and believing in fake news and to find out the role of cohesion and coherence in influencing readers to believe in fake news. The theory used in this research is Schwarz's psychology of language theory: intuitions of truth (Schwarz, 2016) and Halliday and Hasan's linguistic cohesion and coherence theory (Halliday and Hasan 1976). The data for this study were obtained from fake news narratives from posts and comment sections on Facebook and Twitter, which have been verified as fake news by the verifier site. The result is that the most frequently found comments are comments that intuitively believe in fake news. In addition, there were also comments that believed in fake news analytically, comments that did not believe in fake news intuitively and analytically, and comments that questioned the truth of fake news intuitively and analytically. This study also found that there is an influence of cohesion and coherence from fake news texts to lead readers' opinions.
Kata Kunci : wacana fake news, élection présidentielle 2022, psikologi bahasa, media sosial