Kegiatan Keagamaan Sebagai Respon Kumpulan Perempuan Terhadap Perubahan Sistem Pertanian Di Simego
ANDHIKA MIFTAKHUL H, Dr. Agung Wicaksono, M. A.
2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAKumpulan keagamaan merupakan istilah untuk menjelaskan suatu kelompok sosial yang dibentuk dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di Dusun Simego. Pelaksanaan dalam kegiatan keagamaan ini dipisahkan secara seksual, sehingga terdapat kumpulan laki-laki dan kumpulan perempuan dengan sistem pengorganisasiannya masing-masing. Namun dalam satu dekade terakhir, kumpulan perempuan kemudian memiliki kegiatan keagamaan yang lebih sering serta melibatkan uang yang lebih banyak, terutama jika dibandingkan dengan kumpulan laki-laki. Bisa jadi semakin seringnya kegiatan kumpulan yang disertai pelibatan uang ini berkaitan dengan transformasi agro-ekosistem yang terjadi di Simego. Oleh karenanya, pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah, mengapa kegiatan keagamaan dalam kumpulan perempuan di Simego semakin sering dan melibatkan uang? Data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan ini dikumpulkan melalui riset etnografis yang dilaksanakan antara Februari hingga Juli 2022 dengan 84 hari waktu efektif penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas kumpulan perempuan yang meningkat dan disertai pelibatan uang terkait dengan dua isu penting dalam transformasi agroekosistem di Simego. Pertama, transformasi ke arah pertanian komersil mengantar rumah tangga pada ketidakstabilan ekonomi rumah tangga. Kedua, dalam budidaya pertanian komersil, kontrol laki-laki sangatlah besar. Perempuan Simego mengatasi kedua persoalan ini dengan pelibatan uang dalam arisan dan melakukan kegiatan tersebut secara lebih sering.
The religious group is a term to describe a social group formed by implementing religious activities in Simego Hamlet. The implementation of religious activities is separated sexually so that there are men's groups and women's groups with their respective organizational systems. But in the last decade, women's groups have had more frequent religious agendas and required more money, especially compared to men's groups. Perhaps the more intensive women's group agendas accompanied by requiring more money is related to the agroecosystem changes in Simego. Therefore, the question of this research is, why are the religious agendas of women's groups in Simego intensified and also required more money? The data used to answer this question was collected through ethnographic research conducted between February and July 2022 with 84 days of effective research time. This research shows that the intensification of women's group agendas accompanied by requiring more money is related to two important issues in the agroecosystem changes in Simego. First, the transformation towards a commercial agriculture leads to household economic instability. Second, in commercial agriculture, the control of men is enormous. Simego women overcome these two problems by requiring more money in the rotating credit mechanisms and conducting these agendas more intensively.
Kata Kunci : perempuan, kumpulan perempuan, pertanian komersil