Laporkan Masalah

Agrotecho Edupark Di Kelurahan Bendung dengan pendekatan Green Architecture

WILLIAM WIJAYA, Dr. Ir. ArifKusumawanto, M.T., IAI., IPU.

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Kelurahan Bendung merupakan kelurahan yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, kawasan ini memiliki penduduk dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Sebagai sebuah kawasan agraris, Kelurahan Bendung memiliki potensi pada sektor agrikultur, disisi lain krisis pangan global akan mempengaruhi bagaimana pertumbuhan para petani ini dalam mengelola sektor tersebut. Kurangnya pengetahuan dan integrasi akan ilmu agrikultur baik bagi para petani maupun masyarakat kota, mengakibatkan ketidaksiapan dalam menghadapi krisis pangan global. Penyediaan fasilitas sarana prasarana dalam bidang agrikultur dan wisata ini bisa dicapai melalui tipologi Agrotechno Edupark. Tipologi Agrotechno Edupark diambil karena 3 alasan utama yaitu krisis pangan global, kebutuhan akan sarana dan prasarana karena berada di wilayah agraris, dan lokasi kawasan Kelurahan Bendung yang berada di wilayah strategis wisata. Pendekatan Green Architecture dipilih karena dalam penerapannnya mendukung fasilitas agritechno edupark dalam memaksimalkan penggunaan sumber daya alam sekaligus menekan dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam naskah Pra Tugas Akhir ini akan ditinjau analisis pelaku kegiatan, analisis kebutuhan ruang, analisis hubungan ruang, design brief, analisis site, sistem bangunan dan pendektannya, serta konsep-konsep perancangan tertulis.

Bendung Village is a village located in Gunung Regency South, this area has residents with the main livelihood as farmer. As an agricultural area, Bendung Village has the potential to the agricultural sector, on the other hand the global food crisis will affect how growth of these farmers in managing the sector. Lack of knowledge and integration of agricultural knowledge for both farmers and urban communities, resulting in unpreparedness in dealing with food crises global. Provision of infrastructure facilities in the field of agriculture and tourism can achieved through the Agrotechno Edupark typology. Typology of Agrotechno Edupark taken for 3 main reasons, namely the global food crisis, the need for facilities and infrastructure because it is in an agricultural area, and the location of the Kelurahan area The weir is located in a strategic tourist area. The Green Architecture approach was chosen because it is supportive in its application agritechno edupark facilities in maximizing the use of natural resources while reducing the negative impact on the environment. In this Pre-Final Assignment manuscript, an analysis of activity actors will be reviewed space requirements, spatial relationship analysis, design brief, site analysis, system building and its approach, as well as written design concepts.

Kata Kunci : Kelurahan Bendung, petani, agrotechno edupark, green architecture

  1. S1-2022-431026-abstract.pdf  
  2. S1-2022-431026-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-431026-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-431026-title.pdf  
  5. S1-2023-431026-abstract.pdf  
  6. S1-2023-431026-bibliography.pdf  
  7. S1-2023-431026-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2023-431026-title.pdf