Laporkan Masalah

Peningkatan aksesibilitas teknologi komunikasi dan informasi pada pelayanan publik bagi lansia dalam rangka mewujudkan bojonegoro sebagai elderly-friendly city

TRIANA PUSPITA N, Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D. ; Muhammad Nur Rizal,S.T., M.Eng., Ph.D.

2022 | Tesis | MAGISTER TEKNOLOGI INFORMASI

Penuaan merupakan masalah umum hampir semua kota bahkan negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Hal ini dinyatakan dalam penurunan angka kelahiran dan kematian global atau dari perspektif yang berbeda, peningkatan harapan hidup (LE) dan harapan hidup sehat (HALE). Fenomena demografi ini dianggap sebagai permasalahan yang urgent yang berdampak pada penurunan produktivitas masyarakat sehingga meningkatkan rasio ketergantungan, menurunnya jumlah angkatan kerja dan juga menurunnya angka tabungan. Apabila dilihat lebih dalam, ini memerlukan kemampuan pemerintah seperti program kebijakan dan juga regulasi. Munculnya gerakan Kota ramah lansia yang diprakarsai oleh WHO merupakan hasil dari kebijakan tersebut. Menciptakan komunikasi dan informasi ramah lansia merupakan salah satu kebijakan yang diusulkan oleh WHO. Komunikasi dan informasi Menurut WHO pada Age-friendly Neighbourhoods Guidelines and Toolkit for Local Government bagian 5 butir 5.7 terkait komunikasi dan informasi, akses infomasi dan komunikasi merupakan salah satu aspek yang cukup penting dalam menciptakan lansia yang aktif. Pada aspek komunikasi dan informasi mencakup masalah mobilitas, teknologi dan kontribusi informasi dalam mencegah risiko pengucilan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesiapan kota ramah lansia kabupaten Bojonegoro khususnya pada dimensi aksesibilitas komunikasi dan informasi bagi lansia. Komponen yang diuji dalam penelitian ini antara lain fasilitas pelayanan, SDM pelayanan, media informasi bagi lansia dan tingkat kepuasan lansia. Sampel penelitian ini sebanyak 80 responden, yang dipilih melalui teknik proportioned random sampling terhadap lansia yang tinggal di kabupaten Bojonegoro dan memiliki kemampuan baca tulis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan mendatangi lansia secara langsung dan dianalisis menggunakan rumus Alpha Cronbach untuk uji reliabilitas dan pendekatan Pearson Product Momen untuk uji validitas serta menggunakan capaian kategori dari surveyMeter. Hasil dari penelitian ini menunjukkan keempat aspek pendukung dimensi komunikasi dan informasi dapat dikatakan dalam kategori layak atau cukup. Hal ini sesuai dengan perolehan indeks capaian dari keempat aspek, indeks terendah adalah media informasi di mana memperoleh indeks capaian 17.073%. Rendahnya indeks capaian pada keempat aspek ini menunjukkan bahwa kabupaten Bojonegoro masih memiliki banyak PR dalam membangun kota ramah lansia guna menjadikan lansia Bojonegoro menjadi lansia aktif.

Almost all towns and even entire nations, developed and developing alike, struggle with the issue of aging. This is characterized by a decline in the world's birth- and death-rates, or, from another angle, by an improvement in life expectancy (LE) and healthy life expectancy (HALE). Geographical aging is viewed as both a hazard and an opportunity, having an impact on a variety of factors including health, the economy, social security, housing arrangements, and dependency levels. When considered in greater detail, this calls for thought and preparation because it impacts things like population structure changes, physical and non-physical development policies, and urbanization policies. This policy has led to the growth of the WHO-initiated "Elderly Friendly City" initiative. One of the development strategies that the WHO has suggested is the development of communication and information technologies for the aged. Access information and communication is a factor that is crucial in encouraging active aging, according to WHO's "Age-friendly Neighborhoods Guidelines and Toolkit for Local Government" section 5 point 5.7 regarding communication and information technology. Therefore, one of the top considerations in creating a city that is accessible to seniors is communication and information technology. This study intends to assess the level of preparedness of the district of Bojonegoro for the elderly, particularly in terms of communication and information technology accessibility. In this study, service facilities, service personnel, Bojonegoro mass media, and the elderly Bojonegoro levels of satisfaction were all put to the test. 80 participants made up the sample for this study, who were chosen using a proportioned random sampling technique from among the elderly who reside in the Bojonegoro district and are literate. The elderly were visited in-person to collect data using questionnaires, which were then analyzed using the Cronbach Alpha formula, the Pearson Product Moment technique, and category achievements from survey Meter. According to the study's findings, the four factors that enable communication and information technology can be categorized as decent or sufficient. This is consistent with the achievement index of the four indices; the mass media achievement index is the lowest at 17.073%. The district of Bojonegoro still has a lot of work to do to create an aged-friendly city in order to keep its older residents active, as seen by the low achievement index of the four indices.

Kata Kunci : kota ramah lansia, komunikasi dan informasi, Alpha Cronbach, Pearson Product Momen, surveyMeter.

  1. S2-2022-449822-abstract.pdf  
  2. S2-2022-449822-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-449822-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-449822-title.pdf