Laporkan Masalah

Karakteristik Rumah Tradisional Ngada Berdasarkan Pola Spasial Rumah dalam Perkampungan Tradisional di Kabupaten Ngada

BONDAN P DIPONEGORO, Ir. Ikaputra, M.Eng, Ph.D

2022 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Arsitektur dan budaya terkait antara satu sama lain karena tradisi yang berkelanjutan dan bentuk serta teknik vernakular yang terjadi. Permukiman di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terkenal dengan tradisi bermukim dengan bentuk perkampungan dengan rumah-rumah adat yang mengelilingi halaman. Di halaman tengah kampung terdapat struktur dan bangunan miniatur yang digunakan dalam ritual dalam konteks kepercayaan dan tradisi. Dari kesamaaan yang ditemukan langsung dalam observasi pada 8 kampung dan 15 rumah tradisional antara satu dan lainnya, pola pembangunan suatu permukiman tidak dilihat dari bentuk kesatuannya (persegi, segitiga, lingkaran), tetapi dari unsur-unsur yang melengkapi syarat terjadinya suatu kampung adat setempat (rumah, tiang ritual, kebun, dan miniatur rumah). Penelitian berlangsung melalui observasi lapangan dan studi literatur sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh menggambarkan pola terjadinya permukiman tradisional baik dari bentuk arsitektur yang dibangun: rumah, pondokan, struktur, maupun elemen lainnya yang menggambarkan bentuk makna permukiman seperti batu menhir, pohon-pohon tertentu, kebun, dan masyarakat itu sendiri. Temuan penelitian ini menggambarkan keadaan dalam bermukim di rumah-rumah tradisional. Terdapat pengulangan pola ruang yang selalu terjadi dari yang masih menggunakan material alami, hingga rumah-rumah yang sudah dibangun dengan material industri seperti bata, semen, atap seng dan lainnya. Inti rumah--struktur, material, dan cara membangunnya--tidak berubah sama sekali meskipun bagian lainnya berubah.

Architecture and culture are related to each other because of continuing tradition and vernacular forms and techniques that occur. The settlement in Ngada Regency, East Nusa Tenggara, is famous for the tradition of living in the form of a village with traditional houses surrounding the yard. In the middle courtyard of the village there are miniature structures and buildings used in rituals in the context of beliefs and traditions. From the similarities found directly in observations in 8 villages and 15 traditional houses between one another, the pattern of building a settlement is not seen from its unitary form (square, triangle, circle), but from the elements that complete the conditions for the occurrence of a local traditional village. (houses, ritual poles, gardens, and miniature houses). The research took place through direct observation and literature study as a comparison. The results obtained describe the pattern of occurrence of traditional settlements both from the architectural form that was built: houses, huts, structures, and other elements that describe the shape of the meaning of settlements such as upright stones, certain trees, gardens, and the community itself. The findings of this study describe the situation in living in traditional houses. There are repetitions of spatial patterns that always occur, from houses that still use natural materials, to those that have been built with industrial materials such as brick, cement, corrugated metal roof and others. Also at the core of the house--the structure, materials, and way of building it-- has not change at all. Even though other part of the house have changed.

Kata Kunci : Ngada Traditional House, Spatial Pattern, Characteristics

  1. S2-2022-467184-abstract.pdf  
  2. S2-2022-467184-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-467184-tableofcontents.pdf  
  4. S2-2022-467184-title.pdf