Laporkan Masalah

Keterlibatan Pasien Melalui Penggunaan Media Sosial Yang Digunakan Oleh Dokter Maupun Dokter Gigi: Systematic Review

KIRANA ASMARA, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D; dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Berawal pada era health 2.0 hingga saat ini sosial media memiliki peranan penting dalam industri kesehatan. Dengan berkembangnya teknologi disertai dengan kemudahan akses internet, memudahkan setiap individu yang memiliki akses bertukar informasi yang diperlukan, termasuk salah satunya informasi kesehatan. Sehingga, media sosial memberikan ruang yang luas bagi tenaga kesehatan professional untuk meningkatkan efektivitas dalam pelayanan mutu dokter pada pasien. Platform seperti facebook, Instagram, maupun twitter saat ini memainkan peranan penting dalam penyebaran informasi. Metode: Metode yang digunakan adalah Systematic Review, metode ini dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan atau protokol penelitian yang benar. Langkah dalam pelaksanaan systematic review sangat terencana dan terstruktur sehingga metode ini sangat berbeda dengan menyampaikan studi literature. Subjek penelitian yang diambil adalah artikel ilmiah yang mencantumkan media sosial sebagai media yang digunakan oleh tenaga kesehatan (dokter. dokter gigi/ dokter spesialis / dokter spesialis gigi). Pencarian literature menggunakan elektronik database yaitu Pubmed, Ebscho, scopus dan science Direct. Proses seleksi akan dilakukan terhadap 2013 jurnal. Hasil dan Pembahasan: Dari pengumpulan jutrnal sebanyak 2013, ditarik kesimpulan sebanyak 23 studi layak untuk dinilai. Facebook merupakan platform yang paling populer digunakan oleh individu pengguna media sosial, pengguna dapat melakukan komunikasi secara langsung satu sama lain atau bergabung dengan kelompok (group) dengan minat yang sama. Twitter dan LinkedIn merupakan aplikasi yang lebih nyaman digunakan oleh dokter maupun dokter gigi dalam dunia professionalnya baik untuk berkomunikasi dengan pasien maupun untuk menjalin hubungan profesional. Untuk melakukan konsultasi bersama pasien, email menjadi pilihan utama, sementara Whatsapp digunakan untuk jaringan berkomunikasi antar sejawat, apabila whatsaap digunakan untuk sesi konsultasi dengan pasien, terbatas kepada individu yang dikenal melalui hubungan personal. studi yang melibatkan pasien sebagai responden membahas bahwa pasien akan mencari profile dokter maupun dokter gigi yang akan dituju untuk mengatasi permasalahan dan mempengaruhi pemilihan pasien dalam menentukan dokter maupun dokter gigi sebagai konsultan kesehatannya. Kesimpulan dan Saran: Media sosial memberikan peluang untuk mengatasi beberapa masalah salah satunya seperti memberikan ketenangan pasca menjalani perawatan maupun memberikan edukasi atau rekomendasi terhadap pencegahan penyakit yang menjadi fokus pasien dalam upaya hidup sehat, memperbaiki penilaian negatif yang melekat kepada dokter maupun dokter gigi, sebagai media promosi kesehatan hemat biaya yang diharapkan dapat meningkatkan patient engagement hingga perubahan prilaku konsumen. Penggunaan media sosial oleh dokter maupun dokter gigi sebagai user saat ini di dominasi seperti media tradisional atau platform komunikasi satu arah, bukan sebagai forum sosial, sehingga komunikasi dokter pada pasien tidak berjalan seperti yang diharapkan

Background: Starting in the era of health 2.0 until now, social media has an important role in the health industry. With the development of technology accompanied by easy internet access, it is easier for every individual who has access to exchange the necessary information, including health information. Thus, social media provides a wide space for professional health workers to increase effectiveness in providing quality services for doctors a patients. Platforms such as Facebook, Instagram, and Twitter currently play an important role in disseminating information. Method: The method used is Systematic Review, this method is carried out systematically by following the correct stages or research protocols. The steps in implementing a systematic review are very well planned and structured so that this method is very different from submitting a literature study. The research subjects taken were scientific articles that included social media as media used by health workers (doctor/dentist/specialist/dentist). Search literature using electronic databases, namely Pubmed, Ebscho, Scopus and Science Direct. The selection process will be carried out on 2013 journals. Discussion: From the 2013 journal collection, it was concluded that 23 studies deserved to be assessed. Facebook is the most popular platform used by individual social media users, users can communicate directly with each other or join groups (groups) with the same interests. Twitter and LinkedIn are applications that are more comfortable for doctors and dentists to use in their professional world, both to communicate with patients and to establish professional relationships. To conduct consultations with patients, email is the main choice, while Whatsapp is used for communication networks between colleagues, if WhatsApp is used for consultation sessions with patients, it is limited to individuals who are known through personal relationships. Studies involving patients as respondents discuss that patients will look for profiles of doctors and dentists who will be addressed to overcome problems and influence patient selection in determining doctors or dentists as health consultants. Conclusions: Social media provides an opportunity to overcome several problems, one of which is providing peace after undergoing treatment or providing education or recommendations on disease prevention which is the focus of patients in an effort to live a healthy life, correcting negative judgments attached to doctors and dentists, as a medium cost-effective health promotion that is expected to increase patient engagement to changes in consumer behavior. The use of social media by doctors and dentists as users is currently dominated by traditional media or one-way communication platforms, not as social forums, so that doctor-patient communication does not work as expected.

Kata Kunci : social media atau social networking atau health 2.0 dengan physician atau dentist atau general practicioner dengan health content atau clinical practice atau health promotion dengan patient engagement atau health behavior on social media

  1. S2-2022-448490-abstract.pdf  
  2. S2-2022-448490-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-448490-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-448490-title.pdf