Public Relations Strategy of Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo to Empower Cultural Community
NOURMALYTA K, Drs. Winarto, M.M
2022 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRISLaporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk membahas strategi kehumasan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo dalam pemberdayaan masyarakat di bidang budaya di Kulon Progo. Masa penelitian dilakukan pada masa magang (Laboratory-based Internship) yang dilakukan oleh penulis periode 2021. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua metode untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Metode pertama dilakukan melalui observasi dan studi lapangan dengan melakukan wawancara kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., M.H.; Staf Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Bidang Seni, Adat, dan Tradisi, Mardiyoto; Koordinator Kecamatan Hargorejo, Ketua Sanggar Labuh Budaya, Rahmad Wibowo; dan pihak terkait yang turut serta menjalankan program Dinas Kebudayaan untuk memperoleh data primer. Selain itu, data sekunder diperoleh dengan melakukan studi pustaka berupa analisis melalui buku, jurnal, dan media sosial sebagai landasan teori serta melengkapi data dalam Laporan Tugas Akhir ini. Teori yang digunakan adalah empat-langkah proses Public Relations menurut Cutlip, Center, dan Broom; dan teori pemberdayaan masyarakat menurut Wrihatnolo dan Dwidjowijoto. Lalu, data-data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode grounded-theory. Berdasarkan hasil penelitian, strategi kehumasan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo dalam memberdayakan masyarakat di bidang kebudayaan adalah menyusun program dan kegiatan, membuat berita, melakukan publikasi, memberitahukan dan mengkomunikasikan program, serta melakukan pendekatan dan bernegosiasi. Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo dalam memberdayakan masyarakat melakukan tiga tahapan pemberdayaan yaitu penyadaran, pemberian kapasitas, dan pemberian daya. Target pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo adalah penggiat seni, organisasi kesenian, dan lembaga kebudayaan. Sanggar Labuh Budaya menjadi subjek penelitian yang diangkat oleh penulis sebagai kisah sukses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo.
This final project report aims to discuss the Public Relations strategy carried out by Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo in empowering communities in the cultural sector in Kulon Progo. The research period was carried out during the writer�s Laboratory-based Internship in Kulon Progo Regency in 2021. The data collection method was carried out using two methods to obtain primary data and secondary data. The first method was carried out through observation and field studies by conducting interviews with the Head of the Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., M.H.; Staff of the Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Bidang Seni, Adat, dan Tradisi, Mardiyoto; Hargorejo Subdistrict Coordinator, Head of the Sanggar Labuh Budaya, Rahmad Wibowo; and related parties who participate in running the Dinas Kebudayaan program to obtain primary data. In addition, secondary data was obtained by conducting a literature study in the form of analysis through books, journals and social media as a theoretical basis and complementing the data in this Final Project Report. The theories used are the four-step theory of Public Relations, according to Cutlip, Center, and Broom; and the theory of community empowerment, according to Wrihatnolo and Dwidjowijoto. Then, the data obtained were then analyzed qualitatively using the grounded-theory method. Based on the research results, the Public Relations strategy carried out by the Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo in empowering the cultural community is developing programs and activities, producing news, publicity, notifying and communicating the programs, as well as approaching and negotiating the community. Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo in empowering the community carries out three stages of empowerment, namely awareness raising, capacity building, and power supply. The target of community empowerment carried out by the Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo is art activists, arts organizations, and cultural institutions. Sanggar Labuh Budaya became a research subject which was raised by the author as a success story of community empowerment carried out by the Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo.
Kata Kunci : Community Empowerment, Public Relations Strategy, Dinas Kebudayaan, Kulon Progo Regency