Laporkan Masalah

Praktik Power Perempuan Desa (Studi Kasus Pengalaman Perempuan Desa Pendoworejo Mitra Yayasan Gugah Nurani Indonesia di Era Pandemi COVID-19)

TIARA KUSUMA, Milda L. Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D

2022 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Penelitian ini menghadirkan pengalaman perempuan di Desa Pendoworejo yang menjadi mitra dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) dalam menjalani kehidupan di era pandemi COVID-19 dengan praktik power yang mereka lakukan dalam rangka mencapai perubahan melalui proses pemberdayaan. Dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan studi kasus feminis sebagai metodologi, saya dapat memahami pengalaman hidup keenam ibu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dalam mendiskusikan praktik power perempuan, saya menggunakan kerangka teoritis Jo Rowland sebagai pisau analisis mengenai keterkaitannya dengan pemberdayaan perempuan rural, beserta dinamika yang ada di dalamnya. Dengan teori standpoint feminis, saya dapat berfokus pada pengalaman para ibu yang berbeda dengan laki-laki. Analisis konseptual mengenai motherhood, masyarakat patriarki, peran gender, masyarakat desa dan kota, dan perempuan perdesaan juga membantu saya untuk menggambarkan pengalaman perempuan dalam menjalankan kehidupannya di era pandemi. Dalam menjalankan peran mendampingi anak belajar dari rumah, masing-masing ibu memiliki pengalaman yang beragam. Kesamaan pengalaman terkait dengan perasaan dan emosi negatif yang timbul merupakan representasi penambahan beban para ibu. Kepedulian perempuan dalam kerja pengasuhan, membuat beban kerja perempuan di era pandemi semakin berat. Dari aspek ekonomi keluarga, kehidupan keluarga di desa membuat mereka masih bisa bertahan dengan adanya kegiatan pertanian dan perkebunan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pembagian peran domestik belum dilakukan secara seimbang, walaupun para ibu mengaku sudah ada pembagian peran. Situasi ini kemudian berpengaruh pada dinamika relasi suami dan istri dalam keluarga. Di tengah kondisi tersebut, para ibu menjalankan praktik power, yang selanjutnya dianalisis dalam tiga dimensi empowerment, yakni personal, relasional, dan kolektif, dimana masing-masing ibu mengalami perubahan beragam yang dipengaruhi oleh proses pemberdayaan, kondisi yang mendorong, dan menghambat terjadinya pemberdayaan. Dari analisis personal empowerment dapat teridentifikasi bahwa para ibu mengalami peningkatan kepercayaan diri, harga diri, kemampuan berinteraksi, dan peningkatan keterampilan. Analisis empowerment dalam dimensi close relationship menunjukkan adanya peningkatan rasa hormat terhadap diri sendiri dan dari orang lain; dan peningkatan kemampuan untuk membuat pilihan sendiri. Sedangkan dalam dimensi collective empowerment, kelompok bisnis para ibu memiliki kemampuan untuk memperoleh pengakuan dari pemerintah kalurahan, dukungan dari pihak eksternal, dapat melakukan negosiasi dengan organisasi atau institusi lainnya.

This study presents how rural women in Pendoworejo Village who are partners of Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), living their life in the era of COVID-19 pandemic with the power exercised in order to achieve change through the empowerment process. By using in-depth interviews with feminist case study as a methodology, I am able to understand the different life experienced by six mothers. In discussing the power exercised by women, I use Jo Rowlands' empowerment theoretical framework as an analytical tool regarding related rural women's empowerment, along with the dynamics in it. With feminist standpoint theory, I could be focus on the experiences of women who are different from men. Conceptual analysis of motherhood, patriarchal society, gender roles, rural and urban communities, and rural women also helps me to describe women's experiences in carrying out their lives in the pandemic era. In carrying out the role of assisting children to learn from home, each mother has various experiences. The similarity of experience is related to negative feelings and emotions that arise, a representation of the added burden of mothers. The concern for women in care works has made the burden of women in the pandemic era even bigger. From the economic aspect, family life in the village allows them to survive with agricultural and plantation activities. The research findings show that the division of domestic roles has not been carried out in a balanced manner even though the mothers admit that there is already a role division. This situation then affects the dynamics of the husband-and-wife relationship in the family. Amidst these conditions, mothers power exercised, which is then analysed in three dimensions of empowerment, namely personal, relational, and collective. Each mother experiences different changes that are affected by the empowerment process, conditions that encourage and hinder empowerment. From the analysis of personal empowerment, it can be identified that the mothers experienced an increase in self-confidence, self-esteem, interaction, and skills. Empowerment analysis in the close relationship dimension shows an increase in respect for oneself and for others; and increased ability to make their own choices. Meanwhile, in the dimension of collective empowerment, women's business groups have the ability to gain recognition from the local government, support from external parties, and ability to negotiate with other organizations or institutions.

Kata Kunci : pengalaman perempuan, praktik power, empowerment, pandemi COVID-19

  1. S2-2022-449234-abstract.pdf  
  2. S2-2022-449234-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-449234-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-449234-title.pdf