Laporkan Masalah

Keberlanjutan Kewirausahaan Sosial Wondis Cokelat (Studi di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo

WINDA CHELSEA M, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si.

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Kewirausahaan sosial merupakan mesin pembangunan karena menciptakan nilai ekonomi yang mampu mengatasi masalah sosial yang kompleks dan melengkapi peranan sektor publik. Kehadiran kewirausahaan sosial mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui solusi inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Namun, membangun kewirausahaan sosial bukanlah hal yang mudah. Kesulitan terbesar bagi organisasi kewirausahaan sosial adalah mencari cara untuk mengembangkan bisnis yang terus maju dan berkelanjutan bagi kehidupan banyak orang. Wondis Cokelat menjadi kewirausahaan sosial yang berhasil dalam mendirikan usaha yang berkembang dan berkelanjutan, terutama dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di sekelilingnya. Penelitian ini melihat proses Wondis Cokelat menjadi Kewirausahaan Sosial yang berkelanjutan di Desa Banjarharjo, Kecamatan kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian, yaitu pemilik Wondis Cokelat, Karyawan Wondis, Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, dan Petani. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Dari keseluruhan unsur dapat diketahui proses Wondis Cokelat menjadi kewirausahaan sosial yang berkelanjutan sangat dipengaruhi oleh sosok social entrepreneur karena memiliki motivasi, gairah, kecenderungan risiko, dan karakteristik yang kuat. Konsep bisnis yang terbangun berorientasi pada kemandirian; dan manajemen eksternal karena terdapat dukungan yang kuat dari pemerintah Kulon Progo. Manajemen internal sebenarnya menjadi salah satu unsur yang dapat mendukung, tetapi aktivitas manajemen internal yang menopang proses keberlanjutan hanya bergantung pada kekuatan pada sosok social entrepreneur. Hal tersebut berpotensi menimbulkan ketergantungan pada pengelolaan aktivitas usaha. Selain itu, social problem dan mewujudkan ide kreatif memiliki potensi yang kuat dalam menghambat proses berkelanjutan karena kesulitan dalam membawa masyarakat keluar dari lingkaran permasalahan sosial, masyarakat menjadi ketergantungan terdahap ide kreatif yang dihadirkan oleh Wondis Cokelat. Penelitian ini menyarankan untuk membangun sistem kekuatan dalam masyarakat sehingga muncul Wondis Wondis yang lain sehingga ketergantungan masyarakat terhadap Wondis Cokelat berkurang. Bagi pemerintah daerah lain, keberhasilan Wondis Coklat ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan ekonomi lokal yang berbasis pada kapasitas dan kemampuan masyarakat lokal.

Social entrepreneurship is an engine of development because it creates economic value that is able to solve complex social problems and complements the role of the public sector. The presence of social entrepreneurship can provide social and economic benefits through innovative and sustainable solutions for society. However, building social entrepreneurship is not an easy thing. The biggest difficulty for social entrepreneurial organizations is finding ways to develop businesses that are sustainable and sustainable for the lives of many people. Wondis Cokelat has become a successful social entrepreneur in establishing a thriving and sustainable business, especially in providing benefits to the surrounding community. This research examines the process of Wondis Cokelat becoming a sustainable Social Entrepreneurship in Banjarharjo Village, Kalibawang District, Kulon Progo Regency. The method used in this research is descriptive qualitative research method. By using primary and secondary data sources. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Research informants, namely the owner of Wondis Cokelat, Wondis Employees, Village Government, Local Government, and Farmers. Data analysis techniques used include data reduction, data display, and drawing conclusions. From all the elements, it can be seen that Wondis Cokelat process of becoming a sustainable social entrepreneurship is strongly influenced by the figure of a social entrepreneur because he has strong motivation, passion, risk tendency, and characteristics. The developed business concept is oriented towards independence; and external management because there is strong support from the government of Kulon Progo. Internal management is actually one of the elements that can support it, but internal management activities that support the sustainability process only depend on the strength of a social entrepreneur. This has the potential to lead to dependence on the management of business activities. Besides that, social problems and realizing creative ideas has a strong potential to hinder the sustainable process because of the difficulty in bringing people out of the circle of social problems, people become dependent on the creative ideas presented by Wondis Cokelat. This research suggests to building a power system in society so that other a Wondis Wondis a emerge so that people's dependence on Wondis Cokelat is reduced. For other local governments, the success of Wondis Cokelat can be a reference for local economic development based on the capacities and capabilities of local communities.

Kata Kunci : Kewirausahaan sosial, wirausahawan sosial, masalah sosial.

  1. S2-2022-471502-abstract.pdf  
  2. S2-2022-471502-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-471502-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-471502-title.pdf