Eksplorasi Akuntabilitas Berbasis Web pada Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia
RAHMI ASRIMIYANTI, Aprilia Beta Suandi, Dr., S.E., M. Ec.
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik akuntabilitas berbasis web pada Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Objek penelitian berupa 33 LAZ tingkat nasional yang telah mendapatkan rekomendasi BAZNAS periode 2016 s.d. 2021 yang memiliki situs web yang dapat diakses. Praktik akuntabilitas berbasis web dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa Indeks Akuntabilitas Berbasis Web yang dikembangkan dari Indeks Akuntabilitas Virtual Nirlaba (Dumont, 2013) dan Daftar Periksa Pelaporan Internet (Abidin dkk., 2014) serta beberapa indikator tambahan yang disesuaikan untuk konteks LAZ di Indonesia. Kemudian, data dianalisis dengan metode coding dan pemberian skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akuntabilitas berbasis web pada LAZ nasional di Indonesia dalam kategori cukup baik (menengah) dengan nilai rata-rata sebesar 57%. Hal ini mengindikasikan bahwa LAZ belum sepenuhnya memanfaatkan media web untuk menyampaikan akuntabilitas pengelolaan dana ZIS kepada pemangku kepentingannya. Dari 33 LAZ yang diteliti, LAZ Dompet Dhuafa menjadi LAZ dengan tingkat akuntabilitas berbasis web tertinggi sebesar 79%, sedangkan LAZ dengan tingkat akuntabilitas berbasis terendah terdapat pada LAZ Al Irsyad sebesar 26%. Kemudian, dari lima dimensi akuntabilitas, keterlibatan menjadi dimensi dengan tingkat akuntabilitas berbasis web tertinggi sebesar 77%, sedangkan keuangan dan kinerja menjadi dimensi dengan tingkat akuntabilitas berbasis web terendah sebesar 33%. Sementara itu, terdapat enam indikator dengan tingkat akuntabilitas berbasis web tertinggi (100%) dan lima indikator dengan tingkat akuntabilitas berbasis web terendah (0%). Secara keseluruhan, dimensi akuntabilitas virtual (keterlibatan dan aksesibilitas) memperoleh nilai rata-rata yang lebih memadai sebesar 69% dibandingkan dimensi akuntabilitas nonvirtual (tata kelola, misi, keuangan dan kinerja) sebesar 51%. Hal ini mengindikasikan bahwa kemudahan menyajikan informasi tidak menyebabkan LAZ memiliki akuntabilitas yang baik terkait tata kelola dan keuangan. Penelitian ini berfokus pada praktik akuntabilitas berbasis web yang disesuaikan untuk konteks organisasi keagamaan LAZ di Indonesia. Penelitian yang berfokus pada topik ini dengan menyajikan dimensi akuntabilitas berbasis web secara lengkap baik dari dimensi konten yang disajikan maupun fitur yang tersedia di web masih terbatas dilakukan di Indonesia.
This research aims to explore web-based accountability practices at the Amil Zakat Institutions (LAZ) in Indonesia. This research is a qualitative study with a content analysis approach. The object of research is in the form of 33 national-level LAZs that have received BAZNAS recommendations for the period 2016 to 2021 which have accessible websites. Web-based accountability practices are analyzed descriptively by using research instruments in the form of a Web-Based Accountability Index developed from the Nonprofit Virtual Accountability Index (Dumont, 2013) and the Internet Reporting Checklist (Abidin et al., 2014) as well as several additional indicators tailored for the LAZ context in Indonesia. Then, the data were analyzed by coding and scaling methods. The results of this research showed that the level of web-based accountability in the national LAZ in Indonesia was in the fairly good (medium) category with an average score of 57%. It indicates that LAZ has not fully utilized web media to convey ZIS fund management accountability to its stakeholders. Of the 33 LAZs studied, Dompet Dhuafa's LAZ became the LAZ with the highest web-based accountability rate of 79%, while the LAZ with the lowest level of accountability was found in Al Irsyad's LAZ at 26%. Of the five dimensions of accountability, engagement was the dimension with the highest level of web-based accountability at 77%, while finance and performance were the dimensions with the lowest level of web-based accountability at 33%. In addition, there are six indicators with the highest level of web-based accountability at 100% and five indicators with the lowest level of web-based accountability at 0%. Overall, the virtual accountability dimension (engagement and accessibility) obtained a more adequate average score of 69% compared to the nonvirtual accountability dimension (governance, mission, finance and performance) of 51%. This data indicates that the ease of presenting information does not cause LAZs to have good accountability regarding governance and finance. This research focuses on web-based accountability practices tailored to the context of LAZ religious organizations in Indonesia. Research that focuses on this topic by presenting the dimensions of complete web-based accountability both from the dimensions of the content presented and the features available on the web is still limited to be carried out in Indonesia.
Kata Kunci : LAZ, web-based accountability, content analysis, and accountability index