Resiliensi Bisnis pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus pada Pengusaha Batik di Daerah Istimewa Yogyakarta
NAZUFA HUNAIN AKMAL, Choirunnisa Arifa, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., CA.
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPada awal tahun 2020 World Health Organization (WHO) telah menetapkan coronavirus (COVID-19) sebagai sebuah pandemi. Situasi krisis akibat pandemi memberikan efek buruk dan ketidakpastian dalam jangka panjang terhadap kondisi sosial dan ekonomi di suatu negara. Dampak pandemi ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar namun juga UMKM, yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian di Indonesia. Salah satu UMKM yang terdampak adalah UMKM Batik, setidaknya terdapat 50% pengusaha batik yang gulung tikar akibat pendemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi bertahan UMKM Batik di DIY dalam menghadapi pandemi COVID-19 serta mengeksplorasi karakteristik resiliensi kewirausahaan yang mereka miliki. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunujukkan strategi bertahan yang dilakukan UMKM dalam menghadapi pandemi COVID-19 yaitu; adaptasi penyesuaian harga jual, adaptasi penggunaan digital marketing, antisipasi dengan dana tabungan, efisiensi melalui cost reduction, fleksibilitas UMKM, inovasi produk dan proses, relasi dengan customer, serta relasi dengan pemerintah dan universitas. Selanjutnya, karakteristik resiliensi kewirausahaan yang dimiliki pelaku usaha batik di DIY menunjukkan bahwa: (1) perilaku orang tua yang memberikan kebabasan dan tanggung jawab berdampak terhadap mental, sikap, kemandirian dan kepercayaan diri yang dimiliki setiap individu serta kondisi krisis sudah biasa dihadapi oleh para subjek dalam penelitian ini bahkan sejak mereka masih kecil, (2) pengalaman orang tua dalam berbisnis menginspirasi serta mengajarkan mereka untuk menjadikan kewirausahaan sebagai way of life, (3) seorang wirausahawan yang sukses tidak datang secara instan melainkan harus melalui proses belajar yang panjang melalui berbagai pengalaman bisnis sebelumnya, (4) sikap dan perilaku positif membantu seorang wirausahawan untuk menghadapi segala tantangan dan permasalahan yang ada seperti menganggap segala rangkaian pekerjaan sebagai suatu hal yang menyenangkan bagi mereka. Disamping itu, temuan tambahan dalam penelitian adalah adanya strategi bertahan melalui relasi dengan komunitas dan masyarakat serta terdapat aspek religiusitas yang meningkatkan resiliensi UMKM Batik di DIY selama pandemi COVID-19.
In early 2020 the World Health Organization (WHO) declared coronavirus (COVID-19) a pandemic. The crisis situation due to the pandemic has an adverse effect and uncertainty in the long term on the social and economic conditions in a country. The impact of this pandemic is not only felt by large companies but also SMEs, which are one of the backbones of the economy in Indonesia. One of the affected SMEs is Batik SMEs, there are at least 50% of batik entrepreneurs who have gone out of business due to the COVID-19 pandemic. This study aims to indentify the survival strategies of Batik SMEs in DIY to face the COVID-19 pandemic and to explore the characteristics of their entrepreneurial resilience. This study used a qualitative method with a case study approach. The process of collecting data was done through interviews, observation and documentation. The results of this study show that the survival strategies carried out by SMEs to face the COVID-19 pandemic are namely; adaptation of selling price adjustments, adaptation of the use of digital marketing, anticipation by savings funds, efficiency through cost reduction, flexibility of SMEs, product and process innovation, relations with customers, and relations with the government and universities. Furthermore, the characteristics of entrepreneurial resilience possessed by batik business actors in DIY show that: (1) parental behavior who gives freedom and responsibility has an impact on the mental, attitude, independence and self-confidence of each individual and the crisis conditions are common to the subjects in this study even in their childhood, (2) the experience of parents in running a business inspires and teaches them to make entrepreneurship as a way of life, (3) a successful entrepreneur does not come instantly but he/she must go through a long learning process through various previous business experiences, (4) positive attitudes and behaviors help an entrepreneur to face all the challenges and problems that exist such as thinking that whatever they are doing is something to enjoy. In addition, the writer found the additional findings in this study showing that there was a survival strategy through relationships with the community and society and there was an aspect of religiosity that increases the resilience of Batik SMEs in DIY during the COVID-19 pandemic.
Kata Kunci : Resiliensi Bisnis, Strategi Bertahan, Kewirausahaan, UMKM Batik, COVID-19 / Business Resilience, Survival Strategies, Entrepreneurship, Batik SMEs, COVID-19