Laporkan Masalah

MAKNA PUISI "WA HAL YARHALU AL-HUZNU 'ANNI" DALAM ANTOLOGI PUISI NUBUATU AL-JAIINA KARYA AIMAN AL-'ATUM: ANALISIS SEMIOTIK RIFFATERRE

VARIZ MUHAMMAD MIRZA, Dr. Hindun, S.S., M.Hum

2022 | Skripsi | S1 SASTRA ARAB

Penelitian ini membahas puisi berjudul "Wa Hal Yarhalu al-Huznu 'Anni" dalam antologi Nubuatu al-Jaiina karya Aiman al-'Atum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi "Wa Hal Yarhalu al-Huznu 'Anni". Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotik untuk menjelaskan simbol dan tanda. Sementara itu, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode semiotik Riffaterre yang mencakup dua dari empat langkah, yaitu ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis penelitian ini mengungkapkan bahwa puisi ini menjelaskan kondisi masyarakat Yordania yang dirundung kesedihan. Kesedihan tersebut merupakan kesengsaraan yang dialami oleh masyarakat Yordania dalam wujud meningkatnya angka kemiskinan akibat naiknya harga roti yang telah menjadi makanan sehari-hari. Kenaikan harga roti disebabkan oleh pencabutan subsidi gandum pada tahun 1996 sebagai persyaratan kredit pemerintah kepada IMF. Pencabutan subsidi memicu terjadinya protes yang berujung kerusuhan yang bermula di Kerak dan menyebar ke Tafila, Maan, dan Amman. Menanggapi protes tersebut, pemerintah menggunakan politik tangan besi dengan memukul balik para demonstran serta menangkap beberapa aktivis yang terlibat dalam protes. Puisi ini ditulis sebagai ungkapan seseorang yang mencintai bangsanya walaupun harus menanggung kesengsaraan. Puisi ini juga ditulis sebagai penyemangat masyarakat Yordania untuk senantiasa berdoa dan berusaha dalam memperjuangkan kesejahteraannya.

This research contains an analysis of the poem entitled "Wa Hal Yarhalu al-Huznu 'Anni" in the anthology Nubuatu al-Jaiina by Aiman al-'Atum. This research aims to determine the meaning contained in the poem. The theory used in this research is semiotic theory to explain symbols and signs. Meanwhile, the method used in this research is Riffaterre's semiotic method which includes two of four steps, namely indirect expression and semiotic reading which consists of heuristic and hermeneutic reading. The results of the research in this study reveal that this poem describes the condition of the Jordanian people who are afflicted with sadness. This sadness is the misery experienced by the people of Jordan in the form of increasing poverty rates due to rising prices of bread which has become their daily food. The increase in bread prices was caused by the lifting of the wheat subsidy in 1996 as a condition of the government's credit to the International Monetary Funding (IMF). The removal of subsidies sparked protests that led to riots that started in Kerak and spread to Tafila, Ma'an and Amman. In response to these protests, the government used an iron fist policy by beating back the demonstrators and arresting several activists involved in the protests. This poem was written as an expression of someone who loves his nation even though he has to endure misery. This poem was also written as an encouragement for the Jordanian people to always pray and try to fight for their welfare.

Kata Kunci : Yordania, Aiman al-'Atum, Al-Huznu, Puisi

  1. S1-2022-428439-abstract.pdf  
  2. S1-2022-428439-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-428439-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-428439-title.pdf