Laporkan Masalah

Kebijakan dan Implementasi Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Kesawan Medan

CARISSA AURELIA E S, Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.

2022 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Meningkatnya perkembangan suatu kota diikuti dengan perkembangan masyarakat dan gaya hidup yang sangat pesat. Perkembangan masyarakat juga diikuti oleh pola pikir yang semakin maju untuk terus mengembangkan kota seperti memaksimalkan penggunaan lahan, pembangunan sarana prasarana yang semakin lengkap, serta meningkatnya kemampuan perencanaan terhadap kota dalam jangka panjang. Disisi lain dengan pesatnya perkembangan tersebut masyarakat terkadang kurang memperhatikan identitas sejarah yang juga harus dilestarikan karena merupakan pondasi awal berdirinya kota tersebut. Kawasan Kesawan merupakan salah satu kawasan kota lama yang memiliki banyak sejarah panjang yang saat ini juga kurang diperhatikan. Terdapat banyak sekali area lahan dan bangunan yang telihat tidak terurus oleh pemerintah kota serta banyak bangunan arsitektur colonial yang seharusnya dilindungi justru kehilangan identitasnya. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana sebenarnya kondisi Kawasan Kesawan dan implementasi yang telah dilakukan untuk melestarikan kawasan berstatus cagar budaya ini. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dengan fokus pada kebijakan cagar budaya serta perilaku pelestarian oleh masyarakat yang tinggal di Kawasan Kesawan dalam memanfaatkan ruang yang terbatas secara fisik maupun non fisik. Substansi utama yang diamati adalah bagaimana proses pelestarian yang telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dengan pedoman kebijakan pelestarian cagar budaya yang telah diatur oleh pemerintah. Dalam prosesnya dikaji pula faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pelestarian cagar budaya tersebut.

The increasing development of a city followed by the rapid development of society and lifestyle. Community development is also followed by an increasingly advanced mindset to continue to develop cities such as maximizing land use, building more complete infrastructure facilities, and increasing the ability to to long term planning for cities. On the other hand, with the rapid development, people sometimes pay less attention to historical identity which also be preserved because it is the initial foundation of the city. Kesawan area is one of the old city areas that has a long history that is currently also getting less attention. There are many areas of land and buildings that seem neglected by the city government and many colonial architectural buildings that should have been protected have lost their identity. This study will examine the actual condition of Kesawan area and the implementation that have been made to preserve this area with cultural heritage status. This study using a qualitative deductive method with a focus on cultural heritage policies and conservation behavior by people living in Kesawan area in utilizing limited physical and non-physical space. The main substance observed is how the preservation process has been carried out by the government and the community with the policy guidelines for the preservation of cultural heritage that have been regulated by the government. In the process, the factors that influence the preservation of the cultural heritage are also studied.

Kata Kunci : kebijakan pelestarian, implementasi pelestarian, pelestarian kawasan cagar budaya, cagar budaya kesawan

  1. S1-2022-399834-abstract.pdf  
  2. S1-2022-399834-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-399834-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-399834-title.pdf