Laporkan Masalah

Dampak Pembangunan Yogyakarta International Airport pada Jalur Penghidupan dan Perannya dalam Proses Deagrarianisasi di Kalurahan Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

WIDA DHELWEIS YISTIARANI, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc

2022 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini mengkaji dampak pembangunan infrastruktur skala besar terhadap penghidupan di perdesaan dan menempatkannya dalam konteks deagrarianisasi. Pembangunan infrastruktur mengambil konteks pembangunan bandara Yogyakarta Internationa Aiport (YIA) di Kulon Progo yang membawa dampak pada lansekap fisik dan juga kondisi sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi lapangan, serta memanfaatkan sumber-sumber data sekunder. Analisis data untuk pertanyaan penelitian pertama dilakukan melalui proses coding. Melalui proses tersebut ditemukan kategori inti berupa dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan infrastruktur skala besar, yaitu perubahan akses tanah, diversifikasi penghidupan, kondisi pertanian kontemporer, ketenagakerjaan, dan mobilitas penduduk. Melalui hasil pengumpulan data dan analisis, diketahui bahwa tanah masih menjadi salah satu aset utama dalam menentukan jalur penghidupan berbasis pertanian. Dengan menggunakan analisis penghidupan Dorward, penelitian ini juga memetakan jalur penghidupan warga Glagah pasca pembangunan bandara YIA. Kedua analisis tersebut kemudian dikaitkan untuk menjawab pertanyaan penelitian ketiga, yaitu bagaimana pembangunan infrastruktur skala besar dan perubahan penghidupan berperan dalam proses deagrarianisasi. Penelitian ini menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur skala besar memiliki dampak pada jalur penghidupan berbasis pertanian. Kondisi ini turut berperan dalam proses deagrarianisasi, ditunjukkan dengan penghidupan yang semakin menjauh dari pertanian

This study examines the impact of large-scale infrastructure development on rural livelihoods and places it in the context of deagrarianization. Infrastructure development takes the context of the construction of the Yogyakarta International Airport (YIA) airport in Kulon Progo which has an impact on the physical landscape as well as social and economic conditions. This study uses a qualitative method with a grounded theory approach. Data was collected through semistructured interviews and field observations, as well as utilizing secondary data sources. Data analysis for the first research question was carried out through a coding process. Through this process, core categories were found in the form of impacts caused by large-scale infrastructure development, namely changes in land access, diversification of livelihoods, contemporary agricultural conditions, employment, and population mobility. Through the results of data collection and analysis, it is known that land is still one of the main assets in determining agriculture-based livelihoods. Using Dorward's livelihood analysis, this study also maps the livelihood path of Glagah residents after the construction of YIA airport. The two analyzes are then linked to answer the third research question, namely how large-scale infrastructure development and livelihood changes play a role in the deagrarianization process. This study suggests that large-scale infrastructure development has an impact on agriculture-based livelihoods. This condition also plays a role in the process of deagrarianization, as indicated by the fact that their livelihoods are increasingly moving away from agriculture

Kata Kunci : infrastruktur, jalur penghidupan, deagrarianisasi, grounded theory,infrastructure, livelihood pathways, deagrarianization, grounded theory

  1. S1-2022-412089-abstract.pdf  
  2. S1-2022-412089-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-412089-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-412089-title.pdf