Tesla's Electric Cars and Green Energy: A Political Contestation of Economic Development over Ecological Sustainability
M RIZQI ARIOWIBOWO, Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A.
2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPembangunan dan perkembangan memang tak terelakkan. Namun, urgensi perubahan iklim yang begitu mengerikan telah mendorong ide-ide radikal dan terbarukan ke dalam distribusi praktik nyata. Dasar energi terbarukan dan kendaraan listrik sudah merupakan solusi masa depan dengan biaya tinggi yang infratsrukturnya masih eksklusif untuk diterapkan oleh negara maju. Lalu, poros menuju energi terbarukan dan kendaraan listrik ini menimbulkan banyak kontroversi politik, ekonomi pembangunan, serta dalam konteks ekologi. Tesla sebagai pembawa bendera gerakan hijau ini tidak dilengkapi dengan baik dan diduga mewacanakan gerakan penghijauan dan ramah lingkungannya melalui praktik Greenwashing. Sebagai perussahaan besar dan berpengaruh di industri energi, teknologi, otomotif, dan transportasi, Tesla hanya mendapat untung secara finansial dan memperburuk kelestarian ekologis. Mayoritas publik menyetujui dan mendukung Tesla sebagai perusahaan karena ambisi mulianya dalam menebus krisis iklim melalui produk persuasifnya. Namun Tesla dinilai terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan; terlihat dari kekacauan Tesla dalam mendukung penambangan yang tidak etis, adanya bencana produksi, meningkatnya kecelakaan dan banyak masalah lainnya. Dalam hal ini maka sangat penting untuk memahami perusahaan dari sudut pandang kritis. Maka dari itu, tulisan ini menyoroti kekurangan Tesla sebagai pelajaran konstruktif dalam memulai pembangunan secara berkelanjutan untuk bisa berdampak baik dalam jangka panjang. Karya ini menganalisis dari kacamata perkembangan ekonomi pserta politik internasional dalam mengemukakan inkonsistensi serta lebih jauh melihat Tesla dari pengaruhnya di ranah sosial, politik, serta sudut pandang pasar.
Development is inevitable however, the urgencies of dire climate change have pushed radical and unrefined ideas into distribution. The basic tenant of renewable energy and electric vehicle is the future solution with the high cost of infrastructure that is only exclusive for developed nations. Furthermore, the pivot towards renewable energy and electric vehicles raises many political, development, and ecological controversies. Tesla as the flag bearer of the green movement is ill-equipped and discoursing the movement for monetary benefit through the practice of Greenwashing. As a major and influential company in the energy, technology, automotive, and transportation industry, Tesla has only financially profited and worsened the entire ecological sustainability statuesque. Majorities approve and are in favour of Tesla as a company due to its noble ambition in redeeming the climate crisis through its persuasive products. However, Tesla is too good to be true; henceforth its chaos in supporting unethical mining, production catastrophe, accidents, and many more issues. It is paramount to comprehend the company as the devil's advocate. This writing is highlighting Tesla's flaws as a constructive lesson in embarking on sustainable development. Analysing it from the lenses of international political economic development in form of its inconsistencies in regard to sustainability. Further looking at Tesla as its influence in the social, political and market realm.
Kata Kunci : Tesla, Greenwashing, Sustainability, Controversies, Inconsistencies, Development