Walk Up Apartemen dengan Pendekatan Hedonistic Sustainability : Gastrophoria
IQBAL ADI HANDOKO, Nur Zahrotunnisaa Zagi, S.T., M.T.
2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTURBangsa Indonesia sejak lama tumbuh dan hidup berdasar komunitas agraris. Kehidupan agraris Indonesia perlahan mulai bergeser menjadi Industri baru di era reformasi. Ilmu pengetahuan tidak mati, usaha memodernkan pertanian sebagai sebuah industri yang high-tech menjadi salah satu solusi tercapainya ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia. Ketersediaan lahan pertanian yang semakin sempit dengan kebutuhan akan hunian yang meningkat menimbulkan masalah baru, berdampak pada ketahanan pangan nasional. Pendekatan hedonisitic sustainability pada perancangan walk up apartement diterjemahkan kedalam konsep gastrophoria. Di mana kebahagiaan pengguna dicapai melalui kemudahan mendapatkan pangan, sehingga desain mampu menjawab kebutuhan papan sekaligus menjaga sustainability pangan pada tapak khususnya dan berupaya mengembalikan ketahanan pangan nasional pada umumnya. Masalah perancangan yang dihadapi yaitu 1.) bagaimana mengintegrasikan fungi pertanian dari pembibitan hingga panen beserta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian ke dalam bangunan dengan fungsi utama sebagai hunian vertikal 2.) bagaimana kehidupan agraris dapat menjadi ciri khas dari bangunan 3.) bagaimana bangunan dapat mengakomodasi kegiatan sosial masyarakat agraris di tengah kehidupan masyarakat heterogen? Untuk menyelesaikan masalah tersebut, konsep perancangan gastrophoria ditransformasikan sebagai berikut : 1) infill farming spot pada tiap lantai dengan memperhatikan micro climate yang dikelola individu maupun komunitas, 2) akomodasi berupa modern farmer market sebagai penunjang ekonomi, dan 3) intervensi high-tech farming sebagai bagian dari industri pertanian dan, 4) integrasi pertanian sebagai landscape dengan metode permaculture.
The Indonesian nation has long grown and lived based on an agrarian community. Indonesia's agrarian life slowly began to shift into a new industry in the reform era. Science does not die, efforts to modernize agriculture as a high-tech industry are one of the solutions to achieve food security for the Indonesian people. The availability of agricultural land that is getting narrower and the need for housing increases creates new problems, which have an impact on national food security. The hedonistic sustainability approach to the design of the walk-up apartment is translated into the concept of gastrophoria. Where user happiness is achieved through the ease of getting food, so that the design is able to answer the needs of the board while maintaining food sustainability at its site in particular and trying to restore national food security in general. The design problems faced are 1.) how to integrate agricultural functions from seedling to harvesting along with processing and marketing agricultural products into buildings with the main function as vertical housing 2.) how agrarian life can be a hallmark of the building 3.) how buildings can accommodate social activities of an agrarian society in the midst of a heterogeneous society? To solve this problem, the gastrophoria design concept is transformed as follows: 1) infill farming spots on each floor by paying attention to the micro climate managed by individuals and communities, 2) accommodation in the form of a modern farmer market as economic support, and 3) high-tech farming interventions as part of the agricultural industry and, 4) integration of agriculture as a landscape with permaculture methods.
Kata Kunci : walk up apartement, hedonistic sustainability, gastrophoria, high-tech farming