STRATEGI PENGEMBANGAN FISIK BANGUNAN SETELAH PENETAPAN PP NOMOR 47 TAHUN 2021 DI RS PETROKIMIA GRESIK DRIYOREJO
RATNA SOLIHAH AMINI, Prof. dr. Laksono Trisnantoro M.Sc. Ph. D
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Perubahan regulasi merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap rencana strategis. PP Nomor 47 tahun 2021 yg mengatur kelas RS berdasarkan sarana dan fasilitas dengan batasan pemenuhan Januari 2023. Rumah Sakit Perokimia Gresik Driyorejo masih terdapat kekurangan sebagai rumah sakit kelas C dan apabila tidak dilakukan pemenuhan akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan, citra atau reputasi rumah sakit. Tujuan: Merancang suatu perencanaan stategis pengembangan fisik bangunan rumah sakit untuk memenuhi PP Nomor 47 tahun 2021 Metode: Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Terdiri dari 4 sub yaitu analisis eksternal (analisis stakeholder), analisis internal terkait kekuatan dan kelemahan, perencanaan strategis pengembangan fisik bangunan dan perhitungan anggaran biaya. Sampel diambil dengan purposive sampling dengan data primer yaitu hasil wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah serta data sekunder berupa dokumen . Hasil dan Pembahasan : Jumlah tempat tidur hasil Evaluasi Purna Huni (EPH) 48 sehingga perlu ditambahkan 54 tempat tidur sehingga terpenuhi standar kelas C. Analisis stakeholder menunjukkan peluang pengembangan fisik bangunan serta potensi permintaan pelayanan Kesehatan dengan UHC kabupaten Gresik. Analisis internal menunjukkan kekuatan mengembangkan rumah sakit dari sisi pemasaran, pelayanan medis, SDM, keuangan dan logistik. Kesimpulan : Pengembangan fisik bangunan dilakukan untuk memenuhi PP Nomor 47 tahun 2021 dan permintaan pelayanan Kesehatan yang sesuai dengan isu strategis terkait bangunan. Dalam rangka UHC Kabupaten Gresik rumah sakit harus menambahkan 65 tempat tidur kelas 3 dan 1, kelas rawat inap standar serta menambahkan jumlah tempat tidur sehingga jumlah total 113.
Background: Change of regulation, is recognized as an external factor which affects hospitals’ strategic planning. According to the new regulation PP Number 47 of 2021 which regulates hospital classes based on facilities, Rumah Sakit Petrokimia Gresik Driyorejo has not meet the criteria (deficient) for Class C hospital. Hospital strategic planning must be adjusted to fulfill the regulation which is due for effect by January 2023, otherwise it will impact hospital financial performance and reputation. Objective: Designing strategic planning on developing hospital building and facilities as regulated in PP Number 47 year 2021. Method: Study design is descriptive qualitative using case study, which consisted of 4 parts: external analysis (stakeholder analysis), internal analysis on strength and weakness, strategic planning on hospital building development, and budgeting. Sampling was conducted purposively, with primary data collection through in-depth interview and focused group discussion. Secondary data analysis was conducted on relevant hospital documents. Results and Discussion: Building Performance Evaluation (BPE) result documented 48 existing hospital beds, and an estimated need for 54 additional beds to fulfill the standard of class C hospital. Stakeholders’ analysis showed opportunity to build hospital building, as well as estimated potential demands with Universal Health Coverage scheme in Gresik district. Internal analysis showed hospital development strength from several aspects including marketing, medical services, human resources, finance and logistics. Conclusion: Development of hospital building must be done to fulfill PP Number 47 of 2021, and to meet the healthcare demand need as relevant to hospital’s strategic issues. In the contexts of Universal Health Coverage framework for Gresik district, there are necessities for additional 65 beds to cater for patients in class 3 and 1, standard room and add patient bed in total 113 beds.
Kata Kunci : perencanana strategis, fisik bangunan rumah sakit, analisis stakeholder, strategic planning, hospital building, stakeholders analysis