Laporkan Masalah

Wisata MICE Masjid Jogokariyan: Kajian Potensi dan Strategi Dalam Pengembangan

AZMY HANIF, Prof. Drs. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., Ph.D.; Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.

2022 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Masjid Jogokariyan yang berada di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan masjid percontohan nasional berdasarkan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2016 dan masjid percontohan daerah berdasarkan penghargaan yang diberikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DIY pada tahun yang sama. Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi Masjid Jogokariyan sebagai masjid yang melakukan perubahan pada manajemen pengurusnya maupun memberikan perubahan pada masyarakat Kampung Jogokariyan dengan berbagai programprogramnya. Program-program yang sukses dilakukan oleh Masjid Jogokariyan menarik perhatian bagi para pengurus masjid dari dalam maupun luar kota bahkan luar negeri, ataupun organisasi untuk melakukan kegiatan studi banding di Masjid Jogokariyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi yang dimiliki oleh Masjid Jogokariyan melalui penilaian dari ASEAN MICE Venue Standard. Penilaian dalam penelitian ini menggunakan empat variabel utama, yaitu aksesibilitas, amenitas, dukungan layanan tambahan, dan atraksi dengan 28 kriteria. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari pengumpulan data menunjukkan aksesibilitas mendapat nilai 9 dari nilai sempurna 12, amenitas mendapat nilai 24 dari nilai sempurna 27, dukungan layanan tambahan mendapat nilai 11 dari nilai sempurna 18, dan atraksi mendapat nilai 20 dari nilai sempurna 27. Hasil tersebut dikonversikan menjadi persen yaitu 77 persen, dimana Masjid Jogokariyan termasuk kategori layak berdasarkan batas minimun kelayakan yaitu 75 persen. Perumusan strategi yang digunakan dalam mengembangkan wisata MICE Masjid Jogokariyan terbagi menjadi dua jenis strategi, yaitu strategi prioritas dan nonprioritas. Perumusan strategi prioritas memiliki empat strategi, dan perumusan nonprioritas terdiri dari sembilan strategi. Hasil dari perumusan strategi bertujuan untuk meningkatkan potensi-potensi yang sudah dimiliki oleh Masjid Jogokariyan, potensi wisata MICE yang dimiliki oleh Masjid Jogokariyan berupa program-program yang sukses dijalankan dan lokasi Masjid Jogokariyan yang berada di Kota Yogyakarta yang memiliki banyak destinasi wisata.

The Jogokariyan Mosque, located in the City of Yogyakarta, Special Region of Yogyakarta, is a national pilot mosque based on an award given by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia in 2016 and a regional pilot mosque based on an award given by the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of Yogyakarta Special Province in the same year. The award was given for the achievements of the Jogokariyan Mosque as a mosque that made changes to its management and gave changes to the people of Kampung Jogokariyan with its various programs. The successful programs carried out by the Jogokariyan Mosque have attracted the attention of mosque administrators from within and outside the city and even abroad, or organizations to conduct comparative study activities at the Jogokariyan Mosque. This study aims to explore the potentials of the Jogokariyan Mosque through an assessment of the ASEAN MICE Venue Standard. The assessment in this study uses four main variables, namely accessibility, amenity, ancillary service, and attractions with 28 criteria. Data collection methods used are interviews, documentation, and observation. The results of data collection show that accessibility gets a score of 9 out of a perfect score of 12, amenities get a score of 24 out of a perfect score of 27, additional service support gets a score of 11 out of a perfect score of 18, and attractions get a score of 20 out of a perfect score of 27. The results are converted into percent, namely 77 percent, where the Jogokariyan Mosque is included in the appropriate category based on the minimum eligibility limit of 75 percent. The formulation of the strategy used in developing MICE tourism at the Jogokariyan Mosque is divided into two types of strategies, namely priority and non-priority strategies. The formulation of a priority strategy has four strategies, and the formulation of a non-priority strategy consists of nine strategies. The results of the strategy formulation aim to increase the potentials that are already owned by the Jogokariyan Mosque, the MICE tourism potential of the Jogokariyan Mosque in the form of successful programs run and the location of the Jogokariyan Mosque in the city of Yogyakarta which has many tourist destinations.

Kata Kunci : Masjid Jogokariyan, wisata MICE, potensi wisata, strategi pengembangan pariwisata.

  1. S2-2022-450026-abstract.pdf  
  2. S2-2022-450026-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-450026-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-450026-title.pdf