Dampak Pemindahan Operasional Bandara Di Masa Pandemi Terhadap Strategi Penghidupan Pelaku Usaha Mikro Di Sekitar Bandara Adisutjipto Yogyakarta
CLARA SINTA D, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc
2022 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHBandara Adisutjipto merupakan bandar udara pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah beroperasi kurang lebih selama 75 tahun. Permasalahan overcapacity yang dialami Bandara Adisutjipto karena ketersediaan lahan yang terbatas, mendorong pemerintah untuk menciptakan kebijakan mengenai pembangunan bandara baru yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Adanya peristiwa pemindahan operasional bandara yang dilaksanakan di masa pandemi COVID-19 ini membawa pengaruh pada perubahan kondisi ekonomi dan pola strategi penghidupan rumah tangga pelaku usaha yang berlokasi di sekitar Bandara Adisutjipto. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik kegiatan ekonomi serta strategi penghidupan yang dilakukan oleh pelaku usaha mikro di sekitar Bandara Adisutjipto pasca pemindahan bandara. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan teknik pengolahan data secara kuantitatif dan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dilengkapi dengan informasi tambahan yang berasal dari indepth interview dan observasi di lapangan. Pengolahan data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif untuk melihat ragam jawaban antar responden. Hasil menunjukkan pemindahan bandara mempengaruhi penyelenggaraan kegiatan ekonomi serta kondisi aset, akses, dan aktivitas para pelaku usaha di sekitar Bandara Adisutjipto. Adanya konteks pemindahan operasional bandara di masa pandemi ini juga mengakibatkan terjadinya perubahan strategi penghidupan rumah tangga pelaku usaha terdampak yang ditunjukkan dengan beberapa kelompok substrategi yang merupakan kombinasi dari strategi utama yaitu survival dan konsolidasi
Adisutjipto Airport is the first airport in Yogyakarta Province that has been operating for approximately 75 years. Due to the problem of overcapacity at Adisutjipto Airport and the scarcity of land, the government decided to establish a plan for the development of a new airport in the Kulon Progo Regency. The COVID-19 pandemic-related airport operational relocation event had affected changing economic conditions and the pattern of livelihood strategies for business actors located near Adisutjipto Airport. This research aims to identify the practice of economic activities and livelihood strategies carried out by micro-enterprises around Adisutjipto Airport after the airport relocation. This research was conducted by survey method with quantitative and qualitative data processing techniques. Structured interviews with questionnaires were used to collect primary data, which was complemented with extra information from in-depth interviews and field observations. Quantitative descriptive methods were used to process the data in order to identify the variety of responses provided by respondents. The results show that relocating an airport has an impact on how economic activities are carried out as well as the condition of assets, access, and activities of business actors around Adisutjipto Airport. The context of relocating airport operations during this pandemic has also led to changes in the household livelihood strategies of affected business actors, as evidenced by several sub-strategy groups that combine the two primary strategies, namely survival, and consolidation
Kata Kunci : rumah tangga pelaku usaha di sekitar Bandara Adisutjipto, pemindahan operasional bandara di masa pandemi, aset penghidupan, strategi penghidupan,household business actors around Adisutjipto Airport, relocation of airport operations during the pandemic, li