Laporkan Masalah

ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK TRANSPORT DCI JK AREA STUDI KASUS PADA PT. INDOSAT

RIZKI FAKHRUROZI, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D.

2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan akan layanan data seluler di Indonesia sangat tinggi. Untuk dapat unggul dan menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia, Indosat setiap tahun mengeluarkan program-program sebagai strategi untuk menjaga performa dengan meningkatkan kualitas jaringan. Sebanyak 63% Proyek dengan ruang lingkup new coverage mengalami keterlambatan dalam penyelesaian Proyek. Keterlambatan dari Proyek Transport DCI JK Area dapat mengakibatkan Indosat kehilangan potential revenue selama sekitar 6 bulan yang seharusnya didapat dari hasil proyek yang sudah direncanakan sebelumnya. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif secara kualitatif dan didukung dengan metode kuantitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan permasalahan yang menyebabkan keterlambatan. Analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis masalah berdasarkan teori yang ada dengan cara melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Informasi yang didapat dari hasil wawancara kemudian dianalisis dalam diagram fishbone untuk mencari faktor-faktor yang mengakibatkan keterlambatan proyek serta akar permasalahannya. Hasil penelitian ini adalah keterlambatan proyek DCI JK Area diakibatkan oleh 4 kategori keterlambatan, yaitu Kategori Manusia, Mesin, Lingkungan, dan Metode. Empat kategori tersebut terbagi lagi menjadi 7 faktor permasalahan yang mempengaruhi keterlambatan, yaitu: Kurangnya teknisi yang berpengalaman saat implementasi, Kurang terbukanya informasi dari vendor, Menggunakan modul splitter MD2 untuk penggabungan frekuensi transmisi, Perubahan desain dengan menggunakan fiber optik secara bersamaan, Lokasi selter yang bermasalah, Terbatasnya fiber optik untuk mengintegrasikan perangkat baru, sulitnya bekerja di masa pandemi. Agar kedepannya tidak terjadi lagi keterlambatan pada proyek serupa, maka diberikan usulan untuk dilakukan sebagai perbaikan proyek DCI JK Area. Usulan tersebut dapat berjalan sukses jika dibarengi dengan pemahaman yang baik tentang key success factor terhadap manajemen proyek.

Along with the development of technology, the need for cellular data services in Indonesia is very high. To be able to excel and become the first telecommunications company in Indonesia, Indosat annually issues programs as a strategy to maintain performance by improving network quality. A total of 63% of projects with a new coverage scope experienced delays in project completion. The delay in the DCI JK Area Transport Project could result in Indosat losing potential revenue for about 6 months which should have been obtained from the project results that had been previously planned. This research is a case study with the method used is a qualitative descriptive research method and is supported by quantitative methods. Descriptive method is used to describe the problems that cause delays. Qualitative analysis is used to analyze problems based on existing theories by conducting direct interviews with resource persons involved in project implementation. The information obtained from the interviews is then analyzed in a fishbone diagram to find the factors that cause project delays and the root cause of the problem. The result of this research is that the delay in the DCI JK Area project is caused by 4 categories of delays, namely the Human, Machine, Environmental, and Method Categories. The four categories are further divided into 7 factors that affect delays, namely: Lack of experienced technicians during implementation, Lack of disclosure of information from vendors, Using the MD2 splitter module to combine transmission frequencies, Changes in design by using optical fiber simultaneously, Troubled shelter locations, Limited fiber optics to integrate new devices, difficult to work during the pandemic. So that in the future there will be no more delays in similar projects, a proposal is given to be carried out as an improvement for the DCI JK Area project. The proposal can be successful if it is accompanied by a good understanding of the key success factors for project management.

Kata Kunci : Keterlambatan Proyek, Analisa Keterlambatan, fishbone

  1. S2-2022-465340-abstract.pdf  
  2. S2-2022-465340-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-465340-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-465340-title.pdf