Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Wisata Gastronomi di Kota Solo
ANEKE RAHMAWATI, Bayu Sutikno, S.E., M.SM., Ph.D ; Dr. rer. pol. Dyah Widiyastuti, S.T., M.CP
2022 | Tesis | Magister Kajian PariwisataPenelitian ini mengambil topik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan wisata gastronomi di Kota Solo dengan tujuan penelitian: (1) menganalisis upaya-upaya dalam mengembangkan wisata gastronomi, (2) menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan wisata gastronomi, (3) mengidentifikasi saran yang diberikan dalam mengembangkan wisata gastronomi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, subjek penelitian yang digunakan adalah pebisnis, pemerintah, komunitas, akademi dan media sebanyak 16 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, data dianalisis menggunakan teori konsep Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan, penyajian, reduksi dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan upaya yang telah dilakukan dalam mengembangkan wisata gastronomi ialah: menjadikan ragam kuliner khas dipenjuru kota sebagai potensi wisata utama, jalinan kerjasama sama antar stakeholder, ketersediaan bahan baku memadai, adanya sarana pengembangan pengetahuan lokal, tersedianya fasilitas umum memadai, pelaksanaan event setiap tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan wisata gastronomi ialah: banyaknya industri kuliner yang sudah berkembang, adanya komunitas kuliner aktif, banyaknya pasar tradisional yang menyediakan bahan baku berkualitas, adanya program pengembangan pengetahuan, adanya program promosi, sarana menumbuhkan kesadaran masyarakat. Saran dalam pengembangan wisata gastronomi ialah: 1) bagi pemerintah, agar melakukan perbaikan fasilitas, menjalin kerjasama dengan akademisi, mengenalkan makanan khas melalui kerjasama dengan biro perjalanan atau wisata, mengadakan festival khusus makanan khas, 2) bagi komunitas kuliner, agar lebih aktif membantu masyarakat mempromosikan produk, memantau pelaku usaha baru mengembangkan usahanya, meyakinkan pelaku usaha bergabung dengan komunitas, membentuk komunitas khusus, 3) bagi masyarakat, mempertahankan citra rasa kuliner, memberikan petunjuk arah, memanfaatkan ketersediaan pasar tadisional, meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan ketrampilan, mengenalkan kuliner khas, mengikuti pelatihan dan sosialisasi.
This study took the topic of the factors affecting the development of gastronomic tourism in the city of Solo with the research objectives: (1) analyzing the efforts in developing gastronomic tourism, (2) analyzing the factors that can influence the development of gastronomic tourism, (3) identifying advice given in developing gastronomic tourism. The research use descriptive qualitative method, the research subjects use business people, government, community, academies and media as many as 16 respondents. Data collection techniques used primary and secondary data, data were analyzed using Miles and Huberman's concept theory, namely collection, presentation, reduction and drawing conclusions. The analysis result show that the efforts that have been made in developing gastronomic tourism are: making a variety of typical culinary delights throughout the city as the main tourism potential, cooperation between stakeholders, the availability of adequate raw materials, the existence of facilities for developing local knowledge, the availability of adequate public facilities, the implementation of events every year. The factors that influence the development of gastronomic tourism are: the number of culinary industries that have developed, the existence of an active culinary community, the number of traditional markets that provide quality raw materials, the existence of knowledge development programs, the existence of promotional programs, and a means of raising public awareness. Suggestions in developing gastronomic tourism are: 1) for the government, to improve facilities, collaborate with academics, introduce special foods through collaboration with travel or tourism agencies, hold special festivals for special foods; 2) for the culinary community, to be more active in helping the community promote products, monitor new business actors to develop their businesses, convince business actors to join the community, form special communities; 3) for the community, to maintain the image of culinary tastes, provide directions, utilize traditional market availability, increase competence, knowledge, and skills, introduce special foods, attend training and socialization.
Kata Kunci : Pengembangan Wisata, Gastronomi, Wisata Gastronomi / Tourism Development, Gastronomy, Gastronomy Tourism