MAKNA DAN PESAN MORAL DALAM CERITA PENDEK "KUCING IBLIS" KARYA CANTRIK CODE: ANALISIS SEMIOTIK ROLAND BARTHES
ALIEFSYIAH KINTA S, Dr. Djarot Heru Santosa. M. Hum.
2022 | Skripsi | S1 SASTRA JAWAPenelitian terhadap objek material cerkak "Kucing Iblis" karya Cantrik Code akan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Cerkak "Kucing Iblis" menceritakan penjudi bernama Surip yang menggunakan kartu ceki sebagai media permainan judi. Terdapat istilah-istilah yang digunakan sebagai penamaan kartu ceki. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna yang terdapat di dalam cerkak. Teori Semiotika Roland Barthes terdiri dari 5 kode pembacaan: kode hermeneutik, kode semik, kode simbolik, kode proaeretik, dan kode kultural. Penggunaan teori tersebut bertujuan untuk mengungkap kode pembacaan, sehingga dapat menjelaskan makna dari leksia-leksia terkait. Selain itu, terdapat pula identifikasi nilai moral cerkak "Kucing Iblis" oleh Cantrik Code. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data baca-catat. Teknik pengumpulan data, yaitu dengan mencatat leksia semiotika serta melakukan wawancara bersama narasumber terkait permainan kartu ceki untuk memperkuat data penelitian. Hasil penelitian ini berupa pembuktian makna leksia yang ditemukan dalam cerkak termasuk ke dalam kode pembacaan hermeneutik, semik, simbolik, proaeretik, dan kultural. Nilai moral yang terkandung dalam cerkak "Kucing Iblis", yaitu nilai moral vertikal dan horizonal.
Research on the cerkak material object "Kucing Iblis" by Cantrik Code will use Roland Barthes' semiotic theory. Cerkak "Kucing Iblis" tells of a gambler named Surip who used ceki cards as a media for gambling games. There are terms used to name a ceki card. This study aims to identify the meaning contained in the cerkak. Roland Barthes' semiotics theory consists of 5 reading codes: hermeneutic code, semik code, symbolic code, proaeretic code, and cultural code. The use of this theory aims to reveal the reading code, so that it can explain the meaning of the related lexia. In addition, there is also an identification of the moral value of "Kucing Iblis" by Cantrik Code. This study uses a qualitative descriptive method with reading-note data collection techniques. Data collection techniques are by writing the semiotics lexia and doing interviews with informants related to the ceki card game to strengthen the research data. The results of this study are in the form of proving the meaning of lexia found in the cerkak, including the hermeneutic, semik, symbolic, proaeretic, and cultural reading codes. The moral values contained in the "Kucing Iblis" cerkak are vertical and horizontal moral values.
Kata Kunci : Kata kunci: Kucing Iblis, leksia, semiotika, Roland Barthes, nilai moral