Laporkan Masalah

Perubahan Ekosistem Hutan Rawa Gambut Sebagai Akibat Kegiatan Restorasi Pasca Kebakaran Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (Kphl) Kapuas Kahayan Kalimantan Tengah

DAVID SUWITO, Prof. Dr. Suratman, M.Sc

2022 | Disertasi | DOKTOR ILMU LINGKUNGAN

Tingginya angka kejadian kebakaran dan luasnya bekas lahan terbakar menyisakan hutan rawa gambut terdegradasi yang memerlukan tindakan restorasi ekosistem yangmengawal proses suksesi agar ekosistem berfungsi kembali seperti semula. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis perubahan hidrologi, vegetasi dan pola pemanfaata hutan rawagambut sebagai akibat dari pelaksanaan program restorasi, sekaligus menilaikeberhasilannya. Perubahan hidrologi dan perubahan vegetasi dilakukan dengan carakuantitatif dengan statistic, sedangkan perubahan pola pemanfaatan dilakukan secarakualitatif. Penilaian keberhasilan restorasi dilakukan dengan melakukan perandingan dengankriteria yang telah ditetapkan. Kegiatan restorasi hidrologis berupa penabatan kanal (canalblocking) menghasilkan perubahan yang berbeda beda. Kebakaran, regenerasi alami dan penanaman pengayaan yang dilakukan pada Kawasan terbakar tahun 2006 dan ditanam tahun2007 menyebabkan perubahan komposisi dan keanekaragaman vegetasi yang beragam.Kejadian kebakaran dan restorasi ekosistem memberi perubahan pola pemanfaatan dan polamata pencaharian masyarakat lokal. Masyarakat lokal (Dayak Ngaju) telah memanfaatkanhasil hutan dan jasa lingkungan hutan rawa gambut secara turun temurun. Denganmembandingkan perubahan yang dihasilkan di semua teknik restorasi hidrologi menggunakantabel skor dengan menggabungkan indikator ekologi dan preferensi masyarakat didapatkanbahwa teknik penanatan kanal kecil merupakan teknik paling baik dibandingkan dengan tekniklain. Dari sisi vegetasi penanaman dengan Shorea balangeran menunjukkan hasil paling baiknamun hampir sama penamanan dengan Dyera polyphylla.

Thehigh incidence of fires and the extent of the burnt land leave degraded peat swamp forests thatrequire ecosystem restoration actions that oversee the succession process to restore theecosystem functions. This study aims to analyze changes in hydrology, vegetation andutilization patterns of peat swamp forests as a result of the implementation of restorationprograms, as well as assess their success. Hydrological changes and vegetation changes arecarried out in a quantitative method with statistics, while changes in utilization patterns arecarried out qualitatively. The assessment of the success of the restoration is carried out byperforming a role with predetermined criteria. Hydrological restoration activities in the formof canal blocking have produced different changes. Fires, natural regeneration and enrichmentplantings carried out in the burned area in 2006 and planted in 2007 caused changes in thecomposition and diversity of diverse vegetation. The occurrence of fires and ecosystemrestoration provides changes in the utilization patterns and livelihood patterns of localcommunities. Local communities (Dayak Ngaju) have been utilizing forest products andenvironmental services of peat swamp forests for generations. By comparing the changesproduced in all hydrological restoration techniques using a score table by combiningecological indicators and community preferences, it was found that the concentration of smallcanals is the best technique compared to other techniques. In terms of vegetation planting withShorea balangeran shows the best results but almost the same as enrichment planting withDyera polyphylla.

Kata Kunci : restorasi, ekosistem, perubahan, hutan, gambut,restoration, ecosystem, change, peatland, forest

  1. s3-2022-422663-abstract.pdf  
  2. s3-2022-422663-bibliography.pdf  
  3. S3-2022-422663-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2022-422663-title.pdf