Keterampilan Interpersonal dan Gejala Depresi Remaja Awal: Analisis Potong Lintang Terhadap Peran Orang tua
DEWI NUR ANITA, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc. Sc.D; Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Gejala depresi sebagai kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan adanya perubahan emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Besarnya pengaruh orang tua terhadap gejala depresi remaja awal dalam hal ini diperlukan adanya komunikasi aktif antara orang tua yang dapat memberikan dorongan emosional secara positif kepada remaja awal usia 10-14 tahun. Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko komunikasi interpersonal orang tua terhadap gejala awal remaja awal dengan mempertimbangkan faktor ekologi. Metode penelitian: Studi observasional potong lintang menggunakan data sekunder GEAS-Indonesia 2018 yang berada di tiga kota penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 3.441 remaja (laki-laki=1.573, perempuan=1.868). Perhitungan nilai OR dengan CI 95% pada analisis multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Komunikasi interpersonal orang tua-remaja tidak berhubungan signfikan terhadap gejala, namun komunikasi orang tua yang tidak baik akan berpeluang signifikan terhadap gejala depresi jika remaja tersebut perempuan di kota Denpasar dan memiliki riwayat ACEs lebih dari 5 kali. Adapun faktor-faktor yang berkaitan dengan remaja yang mengalami gejala depresi adalah remaja laki laki [OR: 0,92; CI95%: 0,98-1,09], remaja yang berada di kota Bandar Lampung [OR:1,61; CI95%:1,33-1,94] dan Denpasar [OR:1,60; CI95%:1,34-1,91], remaja yang memiliki banyak teman laki-laki [OR: 1,71; CI95%:1,37-2,13], riwayat pengalaman buruk masa kecil (ACEs) [OR:3,59;CI95%: 2,89-4,52] dan korban bullying [OR: 1,24;CI95%: 1,05-1,47]. Kesimpulan: Komunikasi interpersonal orang tua-anak yang kurang baik berpeluang signifikan untuk mengalami gejala depresi jika remaja perempuan di kota Denpasar dan remaja yang memiliki riwayat ACEs lebih dari 5 kali. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat membentuk keterampilan komunikasi secara apresiatif kepada remaja terutama perempuan di kota Denpasar, penguatan program Kelompok Bina Remaja (KBM), Program Roots, Program Keluarga Harapan (PKH) terutama kota Bandar Lampung dan Denpasar.
Background: Depression is a mental health condition characterized by changes in individual emotions, thought patterns, and behavior. The magnitude of the influence of parents on symptoms of early adolescent depression, in this case, requires active communication between parents who can provide positive emotional encouragement to early adolescents aged 10-14 years. Purpose: To identify the risk factors for parental interpersonal communication on the early symptoms of early adolescence by considering socio-ecological factors. Method: This cross-sectional study used observational research methods using secondary data from GEAS-Indonesia 2018. The sample of this study included 7th-grade junior high school students aged 10-14 years who met the inclusion and exclusion criteria totaling 3,441 subjects (boys= 1,573, women= 1,868). Calculation of OR value with 95% CI in multivariable analysis using logistic regression. Results: Parent-adolescent interpersonal communication is not significantly related to symptoms, but poor parental communication will have a significant chance of developing symptoms of depression if the adolescent is a female in Denpasar city and has a history of ACEs more than 5 times. The factors associated with adolescents experiencing symptoms of depression were male adolescents [OR: 0.92; 95% CI: 0.98-1.09] , adolescents in the city of Bandar Lampung 1.61[OR:1.61; 95% CI:1.33-1.94] and Denpasar 1.60[OR:1.60; 95% CI:1.34-1.91], adolescents with many male friends 1.71[OR: 1.71; 95% CI:1.37-2.13], Adverse Childhood Experiences (ACEs) 3.59[OR:3.59;95%CI: 2.89-4.52] and cases of bullying in adolescents who became victim 1.24 [OR: 1.24;95% CI: 1.05-1.47] Conclusion: Poor parent-child interpersonal communication has a significant chance of experiencing symptoms of depression if adolescent girls in Denpasar city and adolescents who have a history of ACEs more than 5 times. The recommendations of this research are expected to form communication skills appreciatively to adolescents, especially women in the city of Denpasar, strengthening the Youth Development Group (KBM) program, the Roots Program, and the Family Hope Program (PKH), especially in the cities of Bandar Lampung and Denpasar.
Kata Kunci : gejala depresi, hubungan orang tua-anak, komunikasi, remaja/ symptoms of depression, parent-child relationship, communication, adolescents.