Laporkan Masalah

ANALISIS STRATEGI PT KLIRING PENJAMINAN EFEK INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN PRODUK PINJAM MEMINJAM EFEK

SHANDY MARTANTO, Willy Abdillah, Dr., M.Sc.

2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Pasar modal Indonesia tumbuh positif dari tahun ke tahun, namun kontras dengan situasi tersebut, kondisi pasar pinjam meminjam efek (PME) belum sejalan dengan pertumbuhan transaksi di pasar saham. Nilai transaksi PME dalam beberapa tahun terakhir masih berfluktuasi bahkan secara umum cenderung menurun. Berbagai upaya yang dilakukan PT KPEI untuk mendorong pertumbuhan pasar PME nampaknya belum memberikan hasil yang positif. Jika situasi ini berlangsung terus, maka perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk mengurangi ketergantungannya pada pendapatan jasa kliring. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung bagi pertumbuhan kinerja PME, serta memformulasikan strategi yang dapat diimplementasikan oleh PT KPEI untuk mendorong pertumbuhan bisnis pinjam meminjam efek. Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif. Pengumpulan data melibatkan sumber data primer dan sekunder melalui wawancara mendalam dengan para narasumber yang terlibat di dalam objek penelitian serta melalui dokumentasi dari sumber yang kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan di industri pinjam meminjam efek relatif kuat. Faktor penghambat dan pendukung pertumbuhan PME terdiri dari faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang paling menghambat adalah tingkat literasi para pelaku pasar modal terhadap keberadaan PME masih belum setara. Adapun faktor internal yang paling mengahambat adalah startegi komunikasi yang belum efektif. Di sisi lain, faktor eksternal yang paling mendukung adalah transaksi PME termasuk ke dalam transaksi bursa sehingga lebih aman karena dijamin oleh lembaga kliring dan penjaminan. Adapun faktor internal yang paling mendukung adalah PT KPEI memiliki ijin khusus sebagai lembaga kliring dan penjaminan. Penelitian ini merekomendasikan srtrategi yang dapat diterapkan PT KPEI adalah dengan bertahan dan memelihara posisinya saat ini, melakukan penetrasi pasar, dan pengembangan produk. Langkah strategis yang dapat diimplementasikan antara lain mengembangkan strategi komunikasi yang lebih terarah, membentuk unit kerja yang fokus menangani pemasaran, serta mengintegrasikan PME dengan produk lainnya di pasar modal.

The Indonesian capital market has grown positively from year to year, but in contrast to this situation, the securities lending and borrowing market (SLB) has not kept pace with the growth in transactions in the stock market. The value of SLB transactions in recent years is still fluctuating and in general tends to decline. Various efforts made by PT KPEI to encourage the growth of the SLB market do not seem to have yielded positive results. If this situation continues, the company will lose the opportunity to reduce its dependence on clearing service revenues. This research was conducted with the aim of identifying the factors that inhibit and support the growth of SLB performance, as well as formulate strategies that can be implemented by PT KPEI to encourage the growth of the securities lending and borrowing business. The research method used is exploratory qualitative. Data collection involves primary and secondary data sources through in-depth interviews with participants involved in the research object and through documentation from credible sources. The results show that the pressure in the lending industry has a relatively strong effect. The inhibiting and supporting factors of SLB growth consist of external and internal factors. The most constraining external factor is the level of literacy of capital market players towards the existence of SLB which is still not equal. The most inhibiting internal factor is the ineffective communication strategy. On the other hand, the most supportive external factor is that SLB transactions are classified as stock exchange transactions so that they are safer because they are guaranteed by clearing and guarantee institutions. The most supportive internal factor is that PT KPEI has a special permit as a clearing and guarantee institution. This study recommends a strategy that can be applied by PT KPEI is to survive and maintain its current position, market penetration, and product development. Strategic options that can be implemented include developing a more targeted communication strategy, forming a working unit that focuses on marketing, and integrating SLB with other products in the capital market.

Kata Kunci : pasar modal, pinjam meminjam efek, lembaga kliring dan penjaminan, strategi bisnis, capital market, lending and borrowing securities, clearing and guarantee institutions, business strategy

  1. S2-2022-465356-abstract.pdf  
  2. S2-2022-465356-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-465356-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-465356-title.pdf