PENGELUARAN DAN INTENSITAS AKTIVITAS WISATAWAN MILENIAL DALAM BERWISATA KEBUGARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
DEVI SABRINA AZMI, Prof. Dr. Janianton Damanik, M.Si
2022 | Tesis | Magister Kajian PariwisataPandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya pergeseran preferensi dan perilaku wisatawan. Wisata kebugaran menjadi salah satu tren baru sektor pariwisata yang dapat memenuhi pergeseran preferensi dan perilaku wisatawan pada masa pandemi Covid-19. Wisatawan milenial menjadi generasi yang paling banyak merencanakan perjalanan wisata kebugaran pada masa pandemi Covid-19. Wisatawan milenial juga menjadi generasi yang paling sering berwisata dan memiliki pengeluaran berwisata paling besar meskipun masih berada pada masa pandemi Covid-19. Melihat kecenderungan tersebut, penelitian ini memfokuskan pada kajian pengeluaran dan intensitas aktivitas wisatawan milenial dalam berwisata kebugaran pada masa pandemi Covid-19. Namun, perilaku generasi milenial dalam berwisata kebugaran tidak dapat digeneralisasikan karena cakupan rentang usia generasi milenial dan cakupan dimensi wisata kebugaran yang luas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan pengeluaran dan intensitas aktivitas wisatawan milenial berdasarkan golongan wisatawan dan minat berwisata kebugaran pada masa pandemi Covid-19. Pembuktian tujuan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online terhadap 400 responden generasi milenial. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel disebarkan ke enam provinsi dengan jumlah perjalanan paling banyak pada tahun 2020 di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan beberapa hal. Pertama, jumlah pengeluaran beraktivitas milenial senior lebih besar dibandingkan dengan milenial junior. Namun, keduanya memiliki pertimbangan pengeluaran yang sama yaitu sebagai jenis pengeluaran terencana. Kedua, terdapat kesamaan pada durasi perjalanan dan frekuensi berwisata antara milenial senior dan junior. Ketiga, milenial berminat primer memiliki jumlah pengeluaran beraktivitas wisata yang lebih besar dibandingkan dengan milenial berminat sekunder. Selain itu, terdapat pula perbedaan pertimbangan pengeluaran antara milenial berminat primer dan sekunder. Keempat, milenial berminat primer memiliki durasi perjalanan yang cenderung lebih lama dan frekuensi beraktivitas yang lebih banyak dibandingkan dengan milenial berminat sekunder. Perbedaan dan kesamaan perilaku wisatawan milenial tersebut dipengaruhi oleh motivasi, rencana perjalanan, pertimbangan keputusan perjalanan, preferensi pengeluaran, dan ragam aktivitas wisata kebugaran yang mereka lakukan.
The Covid-19 pandemic has resulted in changes in tourist preferences and behavior. Wellness tourism could be one of the new trends in the tourism sector that can meet the changes. Millennial tourists are the generation that plans wellness tourism the most during the Covid-19 pandemic. Millennial tourists are also the generation that travels the most and has the largest travel expenses even during the Covid-19 pandemic. Based on these trends, this research focuses on travel expenditure and activity intensity of millennial tourists on wellness tourism during the Covid-19 pandemic. However, the millennial's behavior could not be generalized because of the sizeable millennial age range and the wide wellness tourism dimension. Therefore, this study aims to prove the differences in expenditure and activity intensity of millennial tourists based on tourist groups and interest in wellness tourism. Proving the purpose of this study was carried out using the Chi-Square test. Data was collected using an online questionnaire to 400 millennial respondents. Determination of the research sample using a proportional random sampling technique. The sample was distributed to six provinces with Indonesia's highest trip number in 2020. The results of the study show several things. First, the tourism activity expenses of senior millennials are greater than junior millennials. However, both have the same consideration of expenditure as a type of planned expenditure. Second, there are similarities in travel duration and frequency of tourism activities between senior and junior millennials. Third, the tourism activity expenses of primary interest millennials are greater than secondary interest millennials. In addition, there are also differences in expenditure considerations between primary and secondary interest millennials. Fourth, primary interest millennials have a longer travel duration and more activity frequency than secondary interest millennials. The differences and similarities of the millennial tourists' behavior are affected by motivation, travel plans, travel decision considerations, spending preferences, and the variety of wellness tourism activities.
Kata Kunci : wisata kebugaran, wisatawan milenial, intensitas aktivitas wisata, pengeluaran berwisata, pandemi Covid-19