Aquaculture Eco-Resort Hotel di Pangururan, Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara dengan Metode Transprogramming
SALLY AUDINA, Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto., M.Eng., Ph.D., IPU.
2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTURPariwisata merupakan menjadi salah satu sektor unggulan yang digunakan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah telah menetapkan lima destinasi super prioritas sebagai wujud nyata pembangunan pariwisata di Indonesia yang bertujuan untuk menjadi pemicu dan meningkatkan perkembangan sektor tersebut. Salah satunya Kawasan Danau Toba, terletak di Provinsi Sumatera Utara dan sudah menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Namun sejak tahun 2018, Jumlah kunjungan wisatawan Sumatera Utara mengalami tren penurunan, khusunya ibu kota Kabupaten Samosir yaitu Pangururan. Selain pandemic Covid-19 penurunan wisatawan juga disebabkan oleh sarana dan prasarana yang tersedia belum dapat mendukung wisata kelas dunia serta kurangnya akomodasi komersial atau pusat penginapan juga menjadi salah satu faktor utama wisatawan untuk tidak berkunjung melainkan memilih kota lain untuk melakukan destinasi wisata. . Kualitas air Danau Toba yang baik sebagai habitat ikan menciptakan perkembangan kegiatan budidaya ikan semakin maju dan cenderung berlebihan. Akibat limbah yang terbuang karena kegiatan budidaya ikan pada kawasan Danau Toba membuat Ekosistem perairan tersebut mengalami penurunan kualitas air. Hal ini menyebabkan terjadinya fenomena kematian massal ikan yang dikembangkan dengan metode Keramba Jaring Apung (KJA). Kegiatan budidaya perikanan ini menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Saat ini, pemerintah sudah melaksanakan kebijakan dalam pengurangan dan melakukan penertiban terkait jumlah KJA yang ada namun jika budidaya ikan air tawar KJA ditiadakan atau dikurangi peredarannya karena merusak ekosistem, tentu akan berdampak pada penghidupan petani dan nelayan serta karyawan perusahaan budidaya ikan. Berangkat dari permasalahan yang ada, penulis mengangkat ide perancangan Aquaculture Eco-Resort yang merupakan sebuah fasilitas dengan menggabungkan dua fungsi menggunakan metode Transprogramming sehingga tercipta sebuah fasilitas yang dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan berdampak baik bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan
Tourism is one of the leading sectors used as a source of Indonesia's economic growth. The government has set five super priority destinations as a tangible manifestation of tourism development in Indonesia which aims to trigger and enhance the development of the sector. One of them is the Lake Toba area, located in North Sumatra Province and has become a National Tourism Strategic Area (KSPN). However, since 2018, the number of tourist visits from North Sumatra has experienced a downward trend, especially the capital city of Samosir Regency, namely Pangururan. In addition to the Covid-19 pandemic, the decline in tourists is also caused by the available facilities and infrastructure not being able to support world-class tourism and the lack of commercial accommodation or lodging centers is also one of the main factors for tourists not to visit but choose another city to do tourist destinations. . The good quality of Lake Toba's water as a fish habitat makes the development of fish farming activities more advanced and tends to be excessive. As a result of wasted waste due to fish farming activities in the Lake Toba area, the aquatic ecosystem has decreased water quality. This causes the phenomenon of mass mortality of fish developed using the Floating Net Cage (KJA) method. This aquaculture activity is an alternative livelihood for the community whose numbers continue to increase every year. Currently, the government has implemented a policy of reducing and controlling the number of existing KJA. However, if freshwater fish cultivation through KJA is abolished or its circulation is reduced because it damages the ecosystem, it will certainly affect the livelihoods of farmers and fishermen as well as employees of fish farming companies. Departing from the existing problems, the author raised the idea of designing an Aquaculture Eco-Resort which is a facility by combining two functions using the Transprogramming method so as to create a facility that can increase the number of tourists and have a good impact on society and environmental sustainability.
Kata Kunci : Eco-Resort, Aquaculture, Transprogramming