Laporkan Masalah

Ruang Publik Vandalisme dan Community Center dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku di Yogyakarta

SARAH MARTHALENA, Labdo Pranowo, ST., M.Sc.

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Vandalisme yang sudah menjadi permasalah hampir diseluruh kota - kota besar tak kunjung mendapatkan solusi. Anggapan negatif masyarakat terhadap vandalisme ataupun graffiti menghadirkan solusi yang tidak solutif karena dirasa solusi hanya memihak kepada petinggi - petinggi tanpa memikirkan sisi para pelaku vandalisme ataupun seniman jalanan. Pelaku vandalisme sendiri tidak sedikit yang berasal dari kalangan remaja, dimana masa remaja merupakan masa peralihan yang mana pada masa - masa ini seorang remaja ingin mencari jati dirinya, ingin diakui, membutuhkan rasa diterima oleh sekitarnya, namun tidak semua remaja dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi dirinya ini dan cenderung mengembangkan identitasnya kepada hal yang negatif salah satunya vandalisme. Dengan ini, salah satu solusi yang dirasa dapat memihak kedua belah sisi adalah dengan menyediakan wadah yang mendukung vandalisme dengan menyediakan sarana/ media dalam bentuk ruang publik serta community center kepada remaja - remaja pelaku vandalisme untuk melakukan, menuangkan, mengekspresikan, ataupun mengembangkan aksi vandalismenya ini secara legal, dan nantinya vandalisme pada area publik lainnya dapat diminimalisir. Melalui pendekatan arsitektur perilaku, remaja pelaku vandalisme dan peminat graffiti tidak hanya dijadikan sebagai objek dalam desain, namun sebagai subjek penentu aspek aspek dalam desain ruang nantinya.

Vandalism, which has become one of the biggest issue in almost all cities has yet to find a solution. Peoples negative assumptions about vandalism or graffiti gives a non-effective solutions since it is felt that the solutions were only favoring the officials without seeing it from the eyes of the vandalism performers or street/ graffiti artists itself. The performers of vandalism themselves were not a few who came from among teenagers, where in this specific phase of growth was a transition period in which at this moment teenagers wants to find their identity, wants to be recognized, and needs a sense of being accepted by their surroundings, but in reality not all teenagers manage to fulfill their needs of self-actualization and tends to develop theirselves and their identity in a negative way, one of which is vandalism. Hence, one solution that is considered to favors both sides is to provide a platform that supports vandalism by providing facilities or a media in the form of public space and community center for these teenagers to carry out, express, and to develop their talent of vandalism, legally, with the hope of vandalisms in other public areas can be minimized. Through behavioral architecture approach, teenage vandals and street/ graffiti artist are not only portrayed as an object in the design, but as a subject that determine and contribute to the design aspects of the space.

Kata Kunci : Vandalisme, Masa Remaja, Pandangan Negatif Masyarakat, Ruang Publik, Perilaku Remaja Pelaku Vandalisme

  1. S1-2022-431022-abstract.pdf  
  2. S1-2022-431022-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-431022-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-431022-title.pdf