Laporkan Masalah

Cultural Center di Desa Kebon dengan Pendekatan Arsitektur Komunitas: Festive Village

NAFISHA KURNIA H, Ir. Kurnia Widiastuti, S.T., M.T., IAI, IPM

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memegang peran penting dalam perkembangan perekonomian di suatu wilayah. Desa Kebon merupakan salah satu desa di Kabupaten Klaten yang saat ini sedang mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat dan budaya di wilayahnya. Namun, dengan perkembangan arus globalisasi, kurangnya tempat untuk berkarya, dan kepedulian generasi penerus yang rendah, kegiatan seni di Desa Kebon mulai ditinggalkan. Dengan ini, salah satu upaya untuk menghidupkan kembali dan meningkatkan kepedulian generasi penerus desa adalah dengan menyediakan fasilitas cultural center. Pendekatan Arsitektur Komunitas digunakan dalam perancangan untuk menciptakan cultural center yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkarya masyarakat, tetapi juga menjadi fasilitas yang dapat menarik community engagement di lingkungannya. Masalah perancangan pada cultural center ini yang pertama adalah (1) Bagaimana Cultural Center yang menjadi icon sekaligus memberi ruang kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan ruangnya. Dan yang kedua yaitu (2) Bagaimana Cultural Center dapat membiayai pembangunan dan pemeliharaannya sendiri melalui seni performance dan fashion. Dari permasalahan tersebut maka dipilih konsep Festive Village sebagai solusi desain dengan transformasi yang pertama yaitu (1) Fasilitas Open Public Venue dan Jalan untuk penyelenggaraan event parade (kegiatan event yang statis dan bergerak), yang kedua yaitu (2) Sistem komponen dan konstruksi bangunan yang dapat memberi ruang kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan, dan yang ketiga yaitu (3) Skenario program komersial dan sosial-rekreatif yang menarik untuk digerakkan oleh generasi Z desa.

Tourism sector is one sector that plays an important role in economic development in a region. Kebon Village is one of the villages in Klaten Regency that is currently developing community and cultural-based tourism potential in its area. However, with the development of globalization, lack of places to learn, and low awareness of the next generation, art activities in Kebon Village are starting to be abandoned. With this, one of the efforts to revive and increase the awareness of the next generation of the village is to provide a cultural center facility. The Community Architecture approach is used in the design to create a cultural center that not only functions as a forum for community, but also becomes a facility that can attract community engagement in their environment. The first problem with the design of this cultural center is (1) How does the Cultural Center become an icon and at the same time provide space for the community to contribute to the development of its space. And the second is (2) How the Cultural Center can finance its own construction and maintenance through performance arts and fashion. From these problems, Festive Village concept was chosen as a design solution with the first transformation, namely (1) Open Public Venue and Road facilities for organizing parade events (static and moving event activities), the second is (2) System components and building construction that can provide space for the community to contribute to development, and thirdly, (3) Scenarios of attractive commercial and social-recreational programs to be driven by generation Z in the village.

Kata Kunci : Cultural Center, Kesenian, Komunitas, Festive

  1. S1-2022-428546-abstract.pdf  
  2. S1-2022-428546-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-428546-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-428546-title.pdf