ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK PADA UD SRI REJEKI DENGAN MENGGUNAKAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS
RESNU INDRA SAKSONO, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D.,
2022 | Skripsi | S1 MANAJEMENUsaha Dagang (UD) Sri Rejeki merupakan salah satu perusahaan yang menjalankan bidang usaha agroindustri yang memproduksi bawang goreng sebagai produk utamanya. UD Sri Rejeki sangat memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan namun dalam kegiatan produksinya masih memiliki permasalahan terkait dengan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengidentifikasi risiko pada rantai pasokan agar kemudian dapat menghasilkan mitigasi risiko efektif. Analisis manajemen risiko rantai pasok pada penelitian ini menggunakan Failure mode effect analysis (FMEA) dengan tiga komponen penilaian yaitu severity, occurrence, dan detection. Untuk mengkonfirmasi dan mendapatkan gambaran secara detail tentang proses produksi, dilakukan wawancara kepada pihak manajemen UD Sri Rejeki. Berdasarkan hasil penelitian, rantai pasokan UD Sri Rejeki memiliki risiko tertinggi pada fluktuasi permintaan, bencana alam, dan pandemi. Nilai tertinggi RPN dan RSV yang didapatkan masing-masing adalah 98 dan 14. Hasil dari risiko tertinggi ini menyebabkan penurunan permintaan dan kelangkaan bahan baku. Strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan oleh perusahaan yaitu strategi resiliensi yang terbagi menjadi tiga fase dalam perencanaan strateginya yaitu Anticipation, Resistance, dan Recovery and Response.
UD Sri Rejeki is one of the companies that runs the agro-industry business that produces fried onions as its main product. UD Sri Rejeki is very concerned about the quality of the products produced, however in its production activities it still has problems related to the supply chain. This study aims to assist companies in identifying risks in the supply chain so that they can then produce effective risk mitigation. Supply chain risk management analysis in this study uses Failure mode effect analysis (FMEA) with three assessment components, namely severity, occurrence, and detection. To confirm and get a detailed picture of the production process, interviews were conducted with the management of UD Sri Rejeki. Based on the research results, UD Sri Rejeki's supply chain has the highest risk of demand fluctuations, natural disasters, and pandemics. The highest RPN and RSV values obtained were 98 and 14, respectively. The result of this highest risk led to a decrease in demand and a shortage of raw materials. The risk mitigation strategy that can be applied by the company is a resilience strategy which is divided into three phases in its strategic planning, namely Anticipation, Resistance, and Recovery and Response.​​
Kata Kunci : FMEA, Mitigasi Risiko, Risiko Manajemen Rantai Pasok