Laporkan Masalah

PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN BLITAR DENGAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELEGENCES

WANODYANING AQILA MS, library, user, multiple intelligences

2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Perpustakaan sebagai sarana pendidikan non formal memegang peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Meski begitu tidak semua daerah memiliki perpustakaan yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya, seperti yang terjadi di Kabupaten Blitar. Dari segi kualitas, perpustakaan juga hanya mengakomodasi jenis kecerdasan verbal dan logis saja sehingga muncul stigma buruk terhadap perpustakaan. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk menerapkan teori multiple intelligences yang dicetuskan oleh Howard Gardner yang memandang bahwa kecerdasan merupakan hal yang majemuk dan mengategorikan kecerdasan menjadi delapan, yaitu: verbal-linguistik, logis-matematis, spasial, ritmis, kinestetis, intrapersonal, interpersonal, dan naturalistik. Penerapan teori tersebut di dalam perpustakaan diharapkan dapat menstimulus setiap jenis kecerdasan manusia stigma tersebut menghilang dan menarik minat masyarakat untuk ke perpustakaan.

The library as a means of non-formal education plays an important role in people's lives. However, not all regions have adequate libraries both in terms of quality and quantity, as happened in Blitar Regency. In terms of quality, the library also only accommodates the types of verbal and logical intelligence so that there is a bad stigma against the library from the public. Therefore, the idea emerged to apply the theory of multiple intelligences proposed by Howard Gardner. The application of this theory in the library is expected to stimulate every type of human intelligence, the stigma disappears and attracts public interest to the library.

Kata Kunci : perpustakaan, pengguna, multiple intelligences

  1. S1-2021-424927-abstract.pdf  
  2. S1-2021-424927-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-424927-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-424927-title.pdf