TEKNIK PENERJEMAHAN DESKRIPSI FISIK TOKOH DALAM NOVEL PERBURUAN DAN LE FUGITIF
FABIOLA DIANIRA N S, Dr. B. R. Suryo Baskoro, M. S.
2022 | Skripsi | S1 SASTRA PRANCISPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik penerjemahan deskripsi fisik tokoh dalam novel Perburuan dan Le Fugitif, serta mengetahui implikasi teknik terjemahan tersebut. Sumber data penelitian ini adalah novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer dan terjemahannya, Le Fugitive, yang diterjemahkan oleh Fran���§ois-Ren���© Daillie. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang menunjukkan deskripsi fisik tokoh dalam novel Perburuan dan Le Fugitif. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Analisis teknik penerjemahan dilakukan dengan menggunakan teori penerjemahan yang disarankan oleh Molina & Albir. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerjemah menggunakan 15 dari 18 teknik yang dikemukakan, yaitu: teknik kesepadanan lazim, harfiah, transposisi, kompensasi, amplifikasi, kompresi linguistik, reduksi, amplifikasi linguistik, peminjaman, modulasi, partikularisasi, deskripsi, variasi, peminjaman, dan generalisasi. Terdapat pula data yang menggunakan lebih dari satu teknik dalam satu kalimat atau klausa, yang disebut teknik campuran. Dari teknik yang diterapkan, terdapat dua teknik yang mendominasi: teknik kesepadanan lazim dengan persentase 24% dan teknik harfiah sebanyak 23,33%. Penggunaan teknik kesepadanan lazim disebabkan karena dua alasan: 1) dalam Bsu terdapat beberapa kata atau frasa yang tidak umum jika diterjemahkan secara kata per kata. 2) Penulis novel banyak menggunakan istilah konotatif dalam mendeskripsikan fisik. Dalam penelitian juga ditemukan adanya satu istilah yang diterjemahkan menggunakan teknik yang berbeda- beda. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan pembaca bahasa sasaran karena menghasilkan penerjemahan yang berbeda dan terjemahan yang tidak konsisten.
This study aims to identify the translation technique of the characters' physical description in the novel Perburuan and Le Fugitif, and to find out the implications of the translation technique. The data sources for this research are the novel Perburuan by Pramoedya Ananta Toer and its translation, Le Fugitive, which was translated by Fran���§ois-Ren���© Daillie. Research data provided is in the form of words, phrases or sentences that show the physical description of the characters in the Perburuan and Le Fugitif novel. The research method chosen are qualitative and descriptive. The analysis of translation techniques was carried out using the translation theory suggested by Molina & Albir. The results showed that the translator used 15 out of the 18 techniques proposed, namely: established equivalent, literal, transposition, compensation, amplification, linguistic compression, reduction, linguistic amplification, borrowing, modulation, particularization, description, variation, borrowing, and generalization techniques. There is also data that uses more than one technique in a sentence or clause, called a mixed technique. Of the techniques applied, there are two dominating techniques: the established equivalence technique with a percentage of 24% and the literal technique as much as 23.33%. The established equivalence technique was used for two reasons: 1) there are some uncommon words or phrases when each word is translated literally, 2) the writers used a lot of connotative terms in describing physical appearances. The research also found that one term was translated using different techniques. This can cause confusion for target language readers because it results in different and inconsistent translations.
Kata Kunci : teknik terjemahan, deskripsi fisik, Perburuan, Le Fugitif